aacffkorea

Reincarnation 2

Posted on: Agustus 7, 2011

Di Part 1 ada typo, harusnya itu Zhoumi bukan Kangin(_ _)v. Masih ada yang mau baca part 2 ini? :> 1 komen bakal lanjut HEHE.

 

 

                          oOo

 

“Apa yang terjadi,hyung?”tanya Eunhyuk setelah berlari ke ruang kesehatan disusul dengan yang lainnya.”Marcus hampir menghisap darahnya tadi. Kita harus benar-benar menjaga Sungmin ini 24jam penuh, Marcus benar-benar ingin memilikinya.”Semuanya hening, bergumul dengan pikirannya masing-masing. 

 

Eunhyuk pun mengeluarkan suaranya untuk melepas keheningan,”Aku mempunyai sebuah ide!”

 

   oOo

 

DORKY EUN PRESENTS…

 

“REINCARNATION”

 

KYUMIN©SUCCESS MUSEUM ENTERTAIMENT

 

CHO KYUHYUN LEE SUNGMIN

 

                          oOo

 

Leeteuk memandang Eunhyuk dengan tatapan penuh tanya,”Apa idemu, Hyuk?”

 

“Bagaimana kalau kita beritahu saja kepada Sungmin tentang siapa kita dan siapa Marcus dan teman-temannya tersebut.”,ujar Eunhyuk sambil melihat Sungmin yang belum sadarkan diri. Tiba-tiba Ryeowook memukul pelan kepala Eunhyuk dari belakang,” Jangan terburu-buru dulu,Spencer! Sungmin bisa saja tidak mempercayai kita lalu menjauhi kita ‘kan? Lebih baik agar dia mengetahuinya sendiri”.

 

Yang lain pun mengangguk setuju sedangkan Eunhyuk hanya menyilangkan tangannya di dada sambil mengerucutkan bibirnya,”A-rra-seo”. Tiba-tiba pandangan mereka tertuju pada Sungmin yang menggeliat pelan di kasur ruang kesehatan tersebut. Ryeowook dan Henry pun langsung berlari mendekati Sungmin lalu memeluknya,” Akhirnya kau sadar juga, hyung”. Sungmin hanya mengerjap-ngerjapkan matanya lucu sambil mendudukkan tubuhnya.

 

“Sadar? Memangnya aku kenapa? Apa yang telah terjadi?”,tanya Sungmin sambil memijit kepalanya yang sedikit terasa pusing. Leeteuk tampak memberi isyarat kepada Ryeowook dan Henry yang langsung membalas dengan anggukan,”Tadi kau tersandung oleh kaki Henry dan kepalamu membentur meja, hyung“.

 

Henry pun memasang wajah bersalah sambil menundukkan kepalanya “Mianhae…”, ujarnya. Sungmin pun tersenyum sambil menganggukan kepalanya tanda ia memaafkan Henry. Leeteuk dan Heechul pun izin keluar sambil menarik tangan Kibum dan Eunhyuk.

 

“Spencer, malam ini kau yang harus menjaga Sungmin”.

 

MWO?!! Aku? Mengapa harus aku? Bukankah yang lain lebih handal dalam hal mengawasi daripada aku?”,ucap Eunhyuk sambil menunjuk mukanya sendiri. Heechul pun menyentil dahi Eunhyuk,”Turutilah perintah hyungmu”. Eunhyuk pun hanya diam tidak mau berbicara apa-apa lagi sambil mengusap dahinya. Tiba-tiba 4 orang namja sudah berdiri di depan mereka sambil menyeringai,”Apa yang kau inginkan, Andrew Choi?”

 

Aku hanya menginginkan anak manusia itu, Dennis Park.”, namja yang dipanggil Andrew itu pun menjawab sambil tetap menyeringai. Kibum meremas jemari tangannya hingga buku-buku jarinya memutih namun Heechul menahannya,”Jangan bereaksi disini, Bryan”.

 

Kibum pun mulai menstabilkan dirinya dan mengontrol emosinya yang membuat Heechul sedikit tenang,”Ah. Kau masih belum bisa mengontrol emosimu seperti dulu ya, Bryan Trevor? Lain kali kau harus membiasakan sifatku kepada hyungmu yang cantik ini”, Andrew memegang dagu Leeteuk dan langsung ditepis oleh pemiliknya.

 

“Kau tidak bisa membawa Sungmin selama kita masih menjaganya”, tegas Eunhyuk. Sekarang, seorang namja dengan warna rambut kuning mencolok mendekati Eunhyuk sambil tersenyum meremehkan, “Kau terlihat sangat menggairahkan saat berbicara dengan nada membentak seperti itu, Hyukkie~ “.

 

Tangan namja itu pun mengelus pipi Eunhyuk lembut yang membuat Eunhyuk merinding dan gusar,” Jauhkan tangan kotormu itu, Aiden Lee“, bentak Eunhyuk sambil menjauhkan tangan namja tersebut. Aiden hanya terkekeh pelan sambil berjalan atau lebih tepatnya melayang mundur ke belakang, matanya berubah menjadi berwarna merah pekat dan sepasang taring mulai terlihat dari mulutnya.

 

“Anak itu akan menjadi milik Marcus! Seperti teman kalian dahulu..”,Andrew menunjukkan seringai terbaiknya sebelum berlalu pergi. Leeteuk,Kibum, Heechul dan Eunhyuk hanya menatap bengis kepada musuh mereka tersebut.

 

***

 

Ryeowook duduk di kursi kecil sambil membaca buku di tangannya, sedangkan Henry sedang duduk di ranjang sambil menatap Sungmin terus-terusan yang membuat orang yang dilihat tentu saja risih,” Waeyo, Hen? Ada yang salah denganku?”

 

Henry menggeleng berkali-kali sambil tersenyum polos,”Anni, Wajah Min-ge manis sekali~”

 

“Kau ini ada-ada saja, Hen! Kau juga memiliki wajah yang manis”, balas Sungmin sambil mengusap rambut coklat Henry. Ryeowook pun memicingkan matanya ke arah jendela lalu ia menyimpan bukunya,”Aku permisi keluar dulu! Hen, jaga Minnie hyung

 

Ryeowook pun melangkahkan kakinya keluar dengan wajah yang angkuh,”Wah, kita ketahuan ya, Zhou! Lama tidak melihatmu, Nathan”.

 

Ryeowook hanya mengerlingkan matanya sambil menyilangkan tangan di dadanya,”Sungmin adalah milik kami. Kami tidak akan kalah dari kalian seperti saat Vincent masih hidup”, ucapan sinis Ryeowook malah membuat  orang yang berbicaranya dengannya tadi tertawa kencang lalu mereka pun mendekati Ryeowook.

 

“Kalian ini hanyalah kaum lemah, berbeda dengan kami yang memang di takdirkan untuk menguasai dunia ini. Sekilas saja, Sungmin akan berada di tangan kami”,ucap namja dengan suara bass sambil tersenyum meremehkan ke arah Ryeowook. Namja mungil yang bernama ‘Ryeowook‘ itu mengepalkan tangannya, bersiap-siap untuk memukul namja di depannya. Baru saja ia akan melayangkan pukulannya, tangannya sudah di tahan oleh namja tersebut dan dengan sekali gerakan ia memelintir tangan Ryeowook yang membuat Ryeowook berbalik ke belakang,”Lepaskan tangan kotormu, Yesung-ssi!”, gertak Ryeowook sarkatis.

 

Namja yang di panggil ‘Yesung‘ tadi pun melepaskan tangan Ryeowook dengan kasar hingga tubuh Ryeowook terpental beberapa centi ke belakang,”Berfikirlah matang-matang sebelum menantangku, sayang..” Yesung dan temannya tadi pun berjalan pergi meninggalkan Ryeowook yang tersungkur di bawah.

 

“Sialan kau,”

 

***

 

Setelah menghindar dari Leeteuk, Kyuhyun memutuskan untuk tidak kembali ke kelasnya, hasratnya untuk bertemu Sungmin bergejolak lagi namun ia menahannnya karena merasa ini bukanlah waktu yang tepat.

 

Kyuhyun berjalan ringan di ujung pagar atap sekolah sambil memasukkan tangannya ke saku celananya, kulit putih pucatnya sedikit mengeluarkan asap karena terkena cahaya matahari “Cepat turun, kau bisa terbakar nanti..”, Kyuhyun membalikkan badannya dan melihat seorang gadis dengan perawakan mungil memegang payung hingga menutupi wajahnya.

 

“Cih, Apa kau tidak tahu antibiotik pelindung dari cahaya matahari? Dasar kuno”, gadis tersebut hanya menyeringai,”Antibiotik itu tidak banyak membantu, Humprey tewas meleleh karena terlalu memanfaatkan antibiotik tersebut. Kuberitahu saja, kau jangan terlalu tergantung pada antibiotik itu. Kita ini Vampire bukan para Archer bodoh“.  

 

Tidak semua Archer bodoh. Kau itu tidak mengerti apa-apa tentang mereka, anak kecil!”, Kyuhyun sedikit meninggikan nada suaranya 1 oktaf dan sedikit menekankan kata terakhirnya namun tetap terlihat angkuh.

 

Gadis tersebut tertawa sambil meloncat ke arah pagar yang dipijak Kyuhyun,”Masih belum bisa melupakannya, Cho-ssi?” Terdengar jelas sekali nada menyindir dari setiap perkataan gadis tersebut yang membuat Kyuhyun sedikit kesal.

 

Kyuhyun lalu melesat ke bawah lalu menumpu badannya dengan kakinya, dia melambaikan tangannya ke arah gadis tersebut sambil berkata,”Aku tidak akan bisa maksudku aku tidak akan pernah melupakannya. Karena aku akan mendapatkannya lagi,”

 

“Untuk kedua kalinya,Jac…“, dengan gerakan cepat, Kyuhyun berlari meninggalkan gadis tersebut,”…Dasar keras kepala! Kau masih sama seperti dulu,Gyu!”

 

***

 

Sungmin menghela nafasnya lalu menatap ke arah jendela luar, dia tidak menanggapi celotehan Henry yang terlewat panjang. Ia tahu ia kalau ia tidak jatuh sebenarnya “Apa yang mereka sembunyikan dariku?”, tanyanya dalam hati. Tiba-tiba manik mata rubah miliknya melirik sebersit bayangan yang berlari sangat kencang dan ia pun berjalan ke arah jendela untuk memastikan apa yang ia lihat tadi.

 

“Ada apa, Minnie-ge?”,tanya Henry sambil mendekati Sungmin dan berdiri di belakangnya. Sungmin hanya menggeleng lalu melangkahkan kakinya ke arah pintu keluar,”Aku sudah merasa baikan, Henli-ah. Ayo kita ke kelas!”

 

Henry pun mengangguk dan mengikuti Sungmin dari belakang, tiba-tiba mata keduanya terpaku pada sosok namja mungil yang sedang berusaha untuk berdiri “Wookie-hyung!”,teriak Henry sambil berlari mendekati Ryeowook yang ternyata sedang berusaha berdiri tadi. Sungmin pun mengikuti Henry yang sedang membantu Ryeowook berdiri.

 

“Apa yang baru saja terjadi kepadamu, Wookie?”,tanya Sungmin dengan nada khawatir. Ryeowook pun mencoba berdiri dibantu oleh Henry di sampingnya,”Gwaenchana, hyung. Aku hanya kurang hati-hati tadi”. Awalnya Sungmin menatap Ryeowook curiga namun saat melihat tatapan Ryeowook yang polos, ia langsung mengangguk dan lekas membantu Ryeowook.

 

***

 

Warna kuning kemerah-merahan langit sore sudah mulai terlihat, burung-burung terbang beriringan menuju sarangnya. Sama seperti murid-murid di Sapphire Blue High School yang mulai berjalan meninggalkan sekolah. Ryeowook berjalan sambil dibantu oleh Henry di sampingnya, Disamping mereka ada Leeteuk yang dirangkul oleh Heechul, sedangkan Kibum berjalan sambil membaca buku tebal miliknya.

 

Hyung, kenapa melamun terus daritadi?”,tanya Eunhyuk kepada Sungmin yang hanya diam sedari tadi. Sungmin menatap Eunhyuk lalu tersenyum kikuk,”Hem? Kau bicara apa tadi? Maaf aku tidak dengar”. Eunhyuk mendengus kesal sambil terus memakan permen kapasnya dan berniat untuk tidak menjawab Sungmin. Leeteuk melepaskan rangkulan Heechul lalu berjalan di samping Sungmin,”something bother you, Min?”

 

Sungmin menggeleng sambil tetap tersenyum kikuk, Sebenarnya pikirannya memang kalut daritadi. Ia bingung tentang semua di sekolah barunya, temannya dan namja yang menatapnya tadi di kantin,”Cho Kyuhyun..”

 

Tiba-tiba sebuah nama terlintas di pikiran Sungmin, entah mengapa ia merasa tidak asing dengan nama tersebut, sekilas hawa dingin terasa jelas di tengkuk Sungmin.”Eh? Aku dimana?”,

 

Sungmin membelalakan matanya saat ia tahu ia tidak bersama teman-temannya lagi, Ia melihat sekitarnya yang berupa pohon-pohon yang menjulang tinggi dan langit berwarna sangat kelam. Sungmin pun jatuh terduduk sambil memeluk lututnya, ia takut. Tubuhnya bergetar hebat dan keringat dingin mulai keluar dari pori-pori kulitnya.

 

“Sungmin-ah~”, Sungmin merasa sangat takut ketika mendengar sebuah bisikan dengan suara serak tepat di belakang telinganya. Dengan takut ia membalikkan badannya dan kemudian ia pun mundur sedikit agak menjauh ketika melihat siapa orang yang berbisik tadi,”Kau takut kepadaku, chagi? Mendekatlah kemari. Aku masih ingin menghirup aroma tubuhmu”.

 

Sungmin tetap mundur namun pergerakannya berhenti karena sebuah pohon besar menahannya,”Damn!”. Umpatan Sungmin disambut dengan seringaian orang yang berjalan semakin mendekat ke arah Sungmin.

 

“Siapa kau?! Kenapa aku bisa berada disini?!”, Sungmin berteriak untuk menghilangkan rasa takutnya kepada orang tersebut. Bukannya menjawab, ia malah merendahkan tubuhnya sambil mengunci gerakan Sungmin dengan kedua tangannya. Telinga Sungmin dapat mendengar suara lolongan anjing-anjing hutan dan Kulitnya dapat merasakan hawa dingin yang menusuk.

 

Orang tersebut pun tersenyum yang memperlihatkan sepasang taring di mulutnya,”Kau yang menyebut namaku tadi, Apa kau merindukanku? Hem?”, Sungmin merasa kegelian saat lidah dingin orang tersebut menjilat daun telinganya. Kedua tangan Sungmin berusaha mendorong tubuh orang tersebut, namun hal itu percuma karena orang itu terlihat lebih kuat daripada Sungmin,”Apa maumu? Lepaskan aku!” Setetes air mata lolos dari mata indah Sungmin yang langsung dihapus oleh ibu jari orang tersebut.

 

“Jangan menangis, chagi. Aku hanya menginginkan…”

 

“Darahmu.”

 

***

 

Min, Minnie.. Sadarlah!”

 

Hyung;”

 

Sungmin mengerang pelan sambil membuka matanya perlahan. Saat matanya benar-benar terbuka, ia melihat teman-temannya menatap Sungmin dengan tatapan khawatir sebelum mereka menghela nafas lega. Eunhyuk langsung memeluk tubuh mungil Sungmin, matanya sembab dan dapat diperkirakan bahwa Eunhyuk menangis. Sungmin lalu menepuk kepala Eunhyuk dengan pelan sambil tersenyum menandakan ia tidak apa-apa.

 

“Aku akan mengantarmu pulang, hyung”, ucap Eunhyuk sambil meraih lengan Sungmin dengan posesif. Ryeowook dan Henry pun tidak mau kalah lalu mendekati Sungmin juga.

 

“Mereka berada di sekitar sini”, bisik Kibum kepada Leeteuk yang di balas anggukan oleh namja yang memiliki arti nama `Spesial` itu. “Wookie, Henry, dan Eunhyuk antar Sungmin ke rumahnya. Aku,Kibum, dan Heechul akan kembali ke sekolah dulu”, Ryeowook,Henry dan Eunhyuk pun mengangguk lalu membawa Sungmin pergi menjauh dari tempat tersebut. Sungmin tidak terlalu memperdulikannya karena kepalanya masih terasa sangat pusing.

 

Kibum, Heechul, dan Leeteuk pun mulai memejamkan matanya dan sedetik kemudian mereka sudah berada di tempat Sungmin berada tadi. Mereka bertiga pun mulai mengeluarkan busur dan anak panah dari pergelangan tangan mereka saat mereka melihat lebih dari sepasang mata mengintai mereka dari atas pohon.

 

“Keluar kalian!”, jiwa Dennis dalam diri Leeteuk pun mulai keluar. Sama seperti Kibum dan Heechul. Tatapan mereka sudah berubah menjadi seperti tatapan dingin dan haus darah. Seketika itu, beberapa orang oh bukan berpuluh-puluh orang turun dari pohon tersebut. Wajah mereka ditutupi oleh topeng yang hanya memperlihatkan mata tajam mereka,”Cih. Hanya vampire ras campuran..”

 

Heechul menyeringai lalu memasukkan kembali busur dan anak panahnya, dia pun mengeluarkan 2 pisau belati dari sakunya dan dengan gerakan cepat, ia menusukkan belati tersebut ke beberapa vampire dan vampire itu pun lenyap menjadi abu. Melihat Heechul, Leeteuk pun mengeluarkan senjatanya yang berupa pistol kecil yang pelurunya sudah dilumuri racun, Dor! Dengan sekali tembak, peluru pistol tersebut berhasil menembus berpuluh vampire dan vampire itu musnah seketika.

 

Berbeda dengan kedua hyungnya, Kibum ingin bermain-main terlebih dulu dengan para vampire tersebut. Ia memainkan hand-sticknya dengan lihai yang membuat para vampire itu geram dan segera menyerang Kibum. Beruntung Kibum adalah orang yang cekatan, ia pukulkan hand-sticknya dengan keras lalu vampire itu pun musnah,”Ayo maju lagi!”.

 

Tidak sampai 10 menit, kawalan vampire itu pun sudah mereka bertiga kalahkan,”Shit! Marcus hanya mempermainkan kita rupanya.”, Leeteuk meremas abu di tangannya sambil mengumpat pelan. Mereka bertiga pun memutuskan untuk kembali ke dunia nyata,”Apa mereka tidak menyadari kehadiran kita?”

 

Kemampuan mereka sudah bertambah rupanya, Kau akan sedikit sulit untuk mendapatkannya. Kyu..”

 

“Tenang saja, hyung. Aku akan melakukan apa saja untuk mendapatkannya, Ayo kita kembali!”

 

…To Be Continued

 

Siapakah orang-orang tersebut? Pasti semuanya udah bisa nebak dong? Apa Kyuhyun masih akan terus kejar Sungmin? Lanjut or End?

1 Response to "Reincarnation 2"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: