aacffkorea

(Horror) Over Nightmare

Posted on: Juli 13, 2011

Author : Baek Rae Na
Cast :
– No Min Woo
– Lee Ji Hyun
– Oh Min Kyung
– Gongchan Shik
Gender : Horror

*****

Tokyo, 1975

“Apapun yang terjadi, kita berempat harus selalu bersama”

Empat orang siswa yang terdiri dari 2 laki-laki dan 2 perempuan, sedang menyusuri ruang sekolah di tengah malam di daerah pinggiran Tokyo.

“Miyuki, apa ini tidak berbahaya?” tanya seseorang dari tengah-tengah

Wanita itu hanya menggeleng, “Aku rasa tidak. Aku ingin mengetahui sebenarnya apa yang sering terjadi di ruangan lab. Ipa”

Keempat remaja itu masih menyusuri setiap ruangan di sekolah. Mereka sempat melihat bayangan yang lewat, tapi mereka menghiraukan bayangan itu.

“Miyuki, bulu kuduk ku merinding. Apa tidak sebaiknya kita pulang?” sekali lagi, wanita itu bertanya dengan nada ketakutan.

Kini Miyuki mengangguk kecil, “Aku juga merasakan itu Naomi. Bagaimana dengan kalian, Hayate, Kozomaru?”

Kedua lelaki itu juga merasakan yang sama dengan Miyuki dan Naomi.

Akhirnya mereka sampai di depan lab. Ipa yang katanya sering terjadi hal aneh.

Mereka membuka pintu nya perlahan, hanya ada gelas-gelas kaca, patung peraga dan tulang-belulang manusia. Tapi tiba-tiba…

Tep.. Tep.. Tep..

“Suara langkah siapa itu?” Miyuki, Naomi, Hayate dan Kozomaru melihat keluar ruangan. Sepi, gelap dan senyap. Tidak ada satupun orang.

Tep.. Tep.. Tep..

Kini langkah itu terdengar menjauh dari lab. Ipa, tapi tiba-tiba…

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA !!!”

******

(Seoul, 2011)

*Jihyun POV*

“NO MIN WOO !” gendang telingaku sudah mau pecah pagi-pagi begini

Aku sedikit melirik ke kamar Minkyung. Hmmm, bertengkar lagi dengan Minwoo. Kapan mereka akan akur sebenarnya?

“Lee Jihyun. Kemari, jangan sembunyi dibalik pintu” mataku langsung membulat saat aku dipanggil oleh Minkyung

Aku hanya tersenyum samar, “Ehehe, ada apa?” aku jalan agak mengendap-ngedap

Ia tersenyum dan langsung memelukku, “No Min Woo dan Gongchan Shik akan datang kesini. Mereka akan ikut Pajamas Party yang kita adakan”

Mataku membulat saat aku menatap handphone ditangan Minkyung. Hmm, apa yang dia pikirkan? Setiap hari bertengkar dengan No Min Woo tapi tiba-tiba akur

” Watashi wa anata o mi teru nda (Aku mengamati kalian)”

Aku mendengar suara perempuan yang ikut terhembus saat angin datang.

“Kau mendengar suara itu?” aku sedikit berbisik pada Minkyung yang sedang asyik membuka internet

Ia agak melirik kearahku, “Suara? Suara apa?” tanya sambil melirik kearahku

“Anata ga teishi suruto wareware ki ni shinaidarou (Kami tidak akan mengganggu jika kalian berhenti)”

Sekarang aku benar-benar takut mendengar suara itu.

“LEE JI HYUN ! OH MIN KYUNG !” aku langsung berlari karena bergidig merinding saat mendengar suara terakhir itu. Meski aku tidak tau artinya apa.

Aku lihat Minwoo dan Gongchan sudah duduk dekat perapian rumahku. Mereka membawa kresek besar berwarna putih dan aku lihat ada lobak yang menonjol dari sisi sebelah kanan kresek.

“Bawa apa kalian?” tanyaku sambil mengambil permen dekat Minwoo

Mereka memperlihatkan isi kresek itu, “Ada sayuran dan buah dan juga beberapa camilan. Aku rasa kita butuh ini semua untuk malam ini” lalu Minwoo tersenyum padaku

” Wareware wa anata ga danketsu shitai to hanatai-ha ga osorete iru (Kami ingin kalian bersatu dan lawan rasa takut)”

“Kalian dengar itu?” tanya Gongchan sambil memegang tengkuk pundaknya

Aku melirik Gongchan, “Kau juga dengar? Suara lelaki yang berbicara bahasa jepang?”

Ia mengangguk dan menatapku tajam. Ada apa dengan rumahku ini? Setauku tidak pernah ada kejadian aneh selama aku tinggal disini.

“Tunggu…” kaki ku melangkah ke ruang perpustakaan dekat ruang ibadah. Lalu aku mengambil buku sejarah pembunuhan yang terjadi di berbagai negara

Entah apa yang sedang kulakukan saat itu, rasa aneh dan rasa gemetar yang aku rasakan sudah memuncak di ubun-ubun kepalaku

“Sejarah over Jepang. Pembunuhan disebuah sekolah di Jepang yang menewaskan 4 siswa di lab. Ipa saat itu…” aku mencari kata itu, “Nah, Watashi wa anata o mi teru nda atau dalam bahasa kita artinya aku mengamati kalian. Saat ini, Miyuki, Naomi, Hayate dan Kozomaru sedang memperhatikan kita”

Tiba-tiba Minkyung datang dengan membawa beberapa camilan. Ya itu bisa membuat aku lega.

“Lanjutkan Jihyun” gumam Minwoo sambil menikmati camilannya

Aku mengangguk, “Aku ditunjuk sebagai Miyuki karena aku adalah pembaca sejarah ini, Minkyung ditunjuk sebagai Naomi karena dia sahabatku, Gongchan ditunjuk sebagai Hayate karena sering merasakan hal aneh, dan Minwoo ditunjuk sebagai Kozomaru karena sifatnya yang sering berubah-ubah dan dia kekasih Minkyung, sama seperti halnya Naomi adalah kekasih Kozomaru”

Kami hanya saling bertatapan. Entah ini permainan atau semacamnya.

“Kenapa seperti itu?” tanya Minkyung dengan nada, ya kalian tau lah.

Aku hanya mengangkat kedua bahuku, “Petunjuk di sejarah ini begitu. Jika seseorang yang membaca sejarah ini, berarti dia adalah Miyuki. Dan Miyuki adalah orang terakhir yang mati. Sebelum dia mati, dia mengatakan Watashi wa anata o mi teru nda atau dalam bahasa kita aku mengamati kalian”

“Kejadian itu terjadi kapan?” Minwoo menatapku sambil bertanya

Aku membuka halaman berikutnya, “Sekitar 36 tahun yang lalu atau tahun 1975. Di gedung sekolah Oyama Natsuki. Asrama yang sudah lama kosong tahun ini”

“Halah, aku rasa tidak akan terjadi apa-apa dengan kita..”

Aku menatap Minkyung, “Apa kau tadi buka blog yang bernama Naritsu Omino?” aku bertanya dengan nada serius

Minkyung mengangguk, “Hmm, memang kenapa? Itu kenalanku dari Jepang”

“APA?!! Kenapa kau buka? Dasar bodoh. Itu blog milik Naomi. Naritsu Omino atau kita ambil nama belakang awalan namanya Na dan ambil nama depan akhiran namanya Omi. Kalau digabung, Naomi”

Semua tersentak kaget karena mendengar itu, “Dan disejarah ini, yang mati pertama adalah Naomi. Ia mati karena tersiram cairan keras di Lab. Ipa..” aku sempat menghentikan ucapan ku..

Minwoo, Minkyung dan Gongchan menatapku tajam. Mereka seperti menunggu kelanjutan dari kata-kataku. Entah apa yang kupikirkan saat itu. Feelingku mengatakan, akan terjadi hal buruk.

Teeeng.. Noonggg..

Kami bertiga, terkejut secara bersamaan saat suara bel itu berbunyi. Ada apa dengan kami sebenarnya?

Aku melihat dari lubang pintu. Tidak ada siapapun.

“Anata ga kowai? Wareware wa mada ie no sumi kara anata o kansatsu shite iru. Watashi-tachi wa watashi-tachi ni shinu koto o shitai (Kalian takut? Kami masih mengamati kalian dari sudut rumah. Kami ingin kalian mati bersama kami)”

Ah aku mengerti.

“Naze wareware wa subeki, Miyuki? Wareware wa yuzai de wa nai (Mengapa harus kami, Miyuki? Kami tidak bersalah)”

“Kau mengatakan apa?” tanya Minkyung dan aku merasakah ia bergetar. Getaran sangat hebat terasa dari tangannya

Aku hanya terdiam.

“Anata wa, genzai no watashi-tachi no keshindearu tame (Karena kalian adalah jelmaan kami dimasa kini)”

Jelmaan? Apa maksud dari kata jelmaan itu?

“Apa yang dia katakan?” Gongchan memegang tangan kananku

Aku hanya mendeliknya, “Katanya, Kita adalah jelmaan mereka dimasa kini. Tapi apa yang harus kita lakukan sekarang? Mereka ingin kita mati bersama mereka” bisikku seraya memberitahu mereka

Tapi aku merasakan, teman-temanku sudah tidak disampingku. Aku melihat kebelakang. Benar saja, mereka tidak ada di belakangku.

“Kau tau, aku mengerti bahasamu. Dan aku tau yang kalian bicarakan. Jadi kalian tidak usah banyak bicara. Dan ikut kami…”

AAAAAAAAAAAAA !

“LEE JI HYUN ! BANGUN! BANGUN!”

Aku tersadar dari tidurku. Hah? Hanya mimpi?

“Kau tadi pingsan didekat pintu depan. Ada apa?”

Aku melirik sekitarku, “Buku itu? Buku itu?” aku menunjuk buku yang tadi aku baca

“Buku ini? Tadikan kau membacanya bersama kami. Tapi tiba-tiba, seisi ruangan gelap dan kami tidak bisa merasakan apa-apa. Kami seperti ditarik..” ucap Minkyung sambil menempelkan kain basah pada jidatku

“Benarkah? Tadi juga aku merasa, ada pisau yang melayang diatas kepalaku”

*****
Beberapa hari kemudian

Kami berempat masih diam membisu dan tidak menceritakan pengalaman itu pada siapapun. Asal kalian tau, bagaimana sih rasanya jika kita tau ada yang memegang pundak kita tapi tak ada seorangpun yang memegang tengkuk pundak kita?

Rasanya mengerikan, apa lagi jika kita sedang sendirian didepan komputer. Aku sering merasa, ada orang yang menari-nari dibelakangku

“Mhh.. Jihyun, kamu akan meneruskan menyelidiki keempat remaja Jepang itu?” Gongchan tiba-tiba datang sambil menyodorkan sebuah minuman

Aku melirik pada Gongchan dan hanya tersenyum samar, “Entahlah. Setiap malam, mereka masih menggangguku dengan hal yang menurut mereka benar adanya”

Aku kembali mengingat kejadian 2 hari lalu

*****
Flashback (2 days ago)

Malam itu setelah kejadian yang tak aku, Minkyung, Minwoo dan Gongchan sangka telah berlalu. Aku habis pulang dari Lotte World bersama kekasihku, Baro.

“Kau merasakannya? Anginnya berhembus sangat kencang. Ya, kencang sekali. Aku sampai tidak bisa merasakan tiupan nafasku sendiri” ia bergurau untuk membuatku tersenyum.

Tapi entah kenapa, aku susah untuk tersenyum dan mengatakan sesuatu padanya. Seperti ada yang menahanku untuk mengatakan sesuatu.

Ia sedikit melirikku, “Kau sakit?” aku hanya menggeleng pelan.

Aku melihat seorang wanita duduk diatas dahan pohon. Dan aku rasa waktu juga terhenti, aku merasakan setiap gerakku terhambat saat itu juga.

“Miyuki, kau mau apa dariku?” aku sedikit mengeluarkan airmata

“Aku? Hmm apa kau tau, appa mu telah bersalah. Appa mu yang membuatku seperti ini Jihyun. Kau tau, jika suatu saat nanti ada yang bertanya aku mati karena appa..”

“Aku benci mendengar kata itu…!”

Ish, mau apa wanita ini?

Aku menamparnya, ish kenapa hantu ini bisa aku tampar? Aneh. Kenapa aku bisa menampar hantu ini?

“Kau? Kenapa aku bisa menamparmu?”

Ia hanya menggeleng, “Hantu yang aneh !”

———————————-

“LEE JIHYUN. Ada apa denganmu?”

Lamunanku buyar seketika saat tangan Baro melambai-lambaikan tangannya didepan mukaku.

“Aku, hanya memikirkan.. Hmm..”

Lalu ia terlihat tersenyum padaku. “Ini untukmu?”

Aku melihat Miyuki tersenyum padaku lalu melambaikan tangannya. Ia hanya tersenyum manis lalu menghilang.

*****
Flashback

Hantu itu malah curhat. Hmm, aku mendengar curhatan hantu terkenal di Tokyo. Ya kedengarannya menarik dan aneh.

“Sebenarnya, kau adalah jelmaan ku. Kau akan menjadi sepertiku. Menjadi dokter, kau akan menjadi dokter sepertiku. Aku akan melihatmu dari dunia lain, aku sudah tenang”

Aku hanya mengangguk, kelihatannya dia memang senang dengan keadaanku yang seperti ini.

Sepi, hening, angin pun hanya berhembus beberapa kali sambil menerbangkan rambutku yang teruntai panjang. Hayate, Kozomaru dan Naomi juga melambaikan tangannya padaku.

– THE END –

(To Readers: Huaaah maaf ya readers, ceritanya jadi wonderful eh haha comedy gini akhirnya. Tapi enjoy readers and not silent readers)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: