aacffkorea

[One shoot] In My Dream

Posted on: Mei 6, 2011

Pertama-tama aku mau minta maaf sama Indira umma, appa kita disini ceritanya udah meninggal:(
Maap banget ya umma :3

—–

Sudah 2 tahun Hyung-ku, Leeteuk meninggalkan kami semua. Setelah kepergian kedua orang yang kami cintai, Appa dan Leeteuk hyung yang meninggal saat kecelakaan mobil beruntun. Kami semua (Appa, Umma, Leeteuk hyung&Donghae) dalam satu mobil. Kami sedang berjalan-jalan bersama menghabiskan waktu akhir pekan. Tapi, semua keceriaan yang kami rencanakan sebelumnya, berubah menjadi berduka..

Sebelum tidur, aku selalu berdoa kepada Tuhan agar Leeteuk hyung berada ditempat yang mulia dan tentunya disurga. Kali ini tak tahu mengapa aku sangat merindukan hyung-ku satu-satunya itu. Aku memutuskan membuka album foto keluarga. Kala itu kami sedang berekreasi ke daerah Busan. Lembar demi lembar album foto tersebut aku buka dan kulihat. Terasa perasaan sedih bercampur senang karena aku seperti merasa bertemu hyung-ku kembali. Air mata akhirnya membasahi pipiku yang sedari tadi tersimpul dengan senyumku.

“Donghae-ah?” Sapa Umma yang sepertinya menghampiriku ke kamar. Aku segera mengelap air mataku yang sedari tadi membasahi pipiku.
“Ne?” Jawabku tergesa-gesa dan membereskan album foto.
“Kau tidak usah menyembunyikannya dari Umma…” Ucap Umma dengan santai sontak membuatku terkejut.
“Ah~ ani..ani.” Jawabku dengan senyuman
“Umma tahu, kau sangat merindukan hyung-mu kan?” Tanyanya
“Hmmm.. Ne.” jawabku sembari merunduk
“Umma juga merindukan hyung-mu, Leeteuk, bahkan lebih-lebih darimu. Umma ini orang yang melahirkannya, betapa rindunya Umma pada hyung-mu itu. Umma juga merindukan Appa-mu” jelas Umma sebari memelukku erat dan mengelus-ngelus punggungku.
“Mengapa Umma masih memikirkan appa? Seberapa rindunya Umma padanya?” Tanyaku sinis dan melepas pelukan.
“Kau masih membenci appa-mu?” Tanya Umma
“Molla. ” Jawabku dingin
“Kau tanya seberapa rindunya Umma pada appa-mu?…….” Tanya Umma yang lalu menghela nafas panjang.
‎​”Kau mungkin tahu seberapa rindunya Umma pada appa..” Jawabnya yang kembali dihiasi dengan senyuman.
“Ya…mungkin” jawabku santai
“Hmmm..tapi Umma, aku mempunyai suatu permintaan. Apa Tuhan akan mengabulkannya?” Tanyaku polos
“Tuhan Maha mendengar segala doa dari manusia. Tuhan pasti akan mengabulkan doamu asalkan kau Khusyu dan memintanya dengan hati yang ikhlas” jelas eomma yang memegang tanganku erat
“Ne~ arraseo!” Jawabku sedikit manja
“Baiklah. Kau sekarang berdoa pada Tuhan apa yang kau ingin kan tadi. Jangan lupa khusyu dan hati yang ikhlas.” sarannya yang membuatku semakin yakin aku akan bertemu dengan Leeteuk hyung di mimpiku kali ini.
“Ne~ Selamat Malam~” ujarku lalu memeluk Umma erat
“Selamat Malam, chagi. Mimpi Indah~” ucapnya sembari mengecup keningku dengan lembut.
*

“Heh!” Sapa seorang namja dengan nada sinis. Aku hanya merunduk acuh tapi sebenernya aku takut. Jangan-jangan ini sunbae-ku.
“Heh kau LEE DONGHAE!!”teriaknya pas ditelingaku. Rasanya sakiiit sekali. Aku tetap diam, yang kali ini badanku penuh dengan keringat dingin karena ketakutan. Aku tidak bisa menjawab pertanyaan sunbae-ku ini. Tidak tau kenapa aku sangat tidak ingin berbicara dengannya.
“Wah anak ini rupanya TULI ya? Atau BUDEK? Atau……”

BUGG!! Satu pukulan dari kepalan tanganku menghampiri hidung dan tulang pipinya yang besar. Dengan seketika sunbae-ku ini jatuh dengan darah dihidung dan ditangannya, tak lama kemudian dia pingsan. Aku tidak tahu apa yang telah aku lakukan, dengan refleks aku memukulnya dengan sepenuh tenagaku. Perasaan takut dan kaget bercampur menjadi satu, akupun berlari tanpa ada tujuan.

‎​MADING :
Seorang murid kelas 12-C mendapat perlakuan kasar dari seorang murid kelas 10-A.
~~~

Aku terkejut saat melihat “Berita Siswa” di mading sekolahku. Apa yang dimaksud, Sunbae yang kemarin aku pukul dan pingsan itu? Aku sangat takut dan gelisah. Aku hanya menundukkan kepalaku selama aku berjalan menuju kelas. Tapi, BRUK!! sepertinya aku menabrak seseorang yang ternyata…ah~ ini Jessica teman sekelasku. Dia mantan kekasih Sunbae yang kemarin menyanderaku. Aku terkejut bisa berpapasan dengannya, apalagi dia terlihat sangat menyayangi Sunbae-ku ini. Aku juga terheran mengapa Jessica memutuskan hubungannya dengan Sunbae.
“Ah~”seru Jessica terkejut
“a..a..ahh mianhae”ucap Donghae gugup
“Ne gwaenchana.”Jawabnya lembut sembari mengibaskan rambut panjangnya dan mengangkat kepalanya yang merunduk. Mataku melotot seperti mau keluar, hatiku cenat cenut melihat ia mengibaskan rambutnya dan kemudian tersimpul senyuman manis nan indah dibibir mungilnya, aku merasa ingin sekali menciumnya.
“A..a..a..kau tidak apa-apa?”Ujarku sangat gugup.
“Aku tidak apa-apa. Tenang saja.”Ujarnya ramah. “Sebaiknya aku ke kelas duluan ya.”Ujarnya
“A..a..a..a…”Terus saja aku gugup setiap aku mau menjawab perkataannya.
“Donghae-ah? Gwaenchanna?”Tanyanya sembari memegang pundakku
“NE!! Gwaenchanna Jessica!”Seru-ku tiba-tiba sangat bersemangat menjawab pertanyaannya saat dia memegang pundakku.
“Ah. Baiklah.”
“Hmm..Jessica-ssi chamkkhaman.”Seru-ku lagi
“Ne?”Jawabnya
“Sepulang sekolah, kau ada acara tidak?”Tanyaku perlahan mencoba mengajaknya berjalan-jalan sepulang sekolah.
“Eng. Sepertinya tidak. Memangnya kenapa?”Tanyanya.
“…………” Aku berpikir bagaimana caraku berbicara padanya bila aku mau mengajaknya berjalan-jalan.
“Kau mau mengajakku jalan ya?”Gerutu nya cepat
“Ya..ya. Benar sekali,hehehe.”Kagetku
“Baiklah. Sepulang sekolah kita bertemu direstoran ‘Ryeomyeon’ ya. Kau tahu kan?”Tanyanya. Restoran ‘Ryeomyeon’? Restoran itu kan tempat restoran favoritku dengan Leeteuk‎​hyung? Ya Tuhan.
“Ne arraseo.” “Aku akan menunggumu disana.”ujarku semangat.

* Restoran Ryeomyeon *

Sudah 2 tahun sama seperti kejadian Leeteuk hyung meninggal, aku tidak pernah ke restoran ini lagi. Aku selalu terngiang-ngiang dengan masa-masaku bersama Leeteuk hyung disini. Aku tidak bisa menahan rasa rindu dan sedihku padanya. Tapi, kali ini aku kuat kan diriku demi bertemu dengan wanita idamanku disekolah, Jessica.
“Annyeong.”Sapa seseorang ramah padaku.
“Jessica! Annyeong.”Ujarku
“Kau sudah lama menunggu ya?”Tanyanya dengan sedikit menyesal
“Ah..ah..aniyo. Aku baru saja datang.”Ujarku
“Oh baiklah. Kau belum pesan minuman? Aku pesankan ya? Mau minum apa? Bagaimana kalau ‘Orange Milk Shake’?”Tanyanya cepat. Ya Tuhan, lagi-lagi wanita ini mengingatkan ku pada Leeteuk hyung. ‘Orange Milk Shake’ adalah minuman kesukaanku, Leeteuk hyunglah yang pertama kali memperkenalkanku dengan minuman ini. Dan sampai sekarang menjadi minuman favorite ku di restoran ini.
“Ya tentu saja. Itu minuman favoriteku.”Ujarku tersenyum
“Wah kebetulan sekali ya. Baiklah kalau begitu aku pesan ‘Strawberry Yoghurt Cheese’ *gimana rasanya coba-_-?*”ujarnya pada pelayan disebelah kami.
“Jessica-ah..”Ujarku lembut
“Ne?”
“Bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?”tanyaku
“Tentu saja. Apa?”
“Eng. Kau masih berpacaran dengan Sunbae?”Tanyaku
“Hahahaha. Kau ini. Seperti mau bicara apa saja. Aku dan Sunbae sudah tidak berpacaran lagi. Memangnya kenapa?”Ujar Jessica.
“Ti..ti..ti..tidak. Tidak apa-apa.”Ujar Donghae gugup.
“Kau ini kenapa sih? Dari tadi kau slalu saja terlihat gugup. Kau kedinginan ya? AC nya terlalu dingin ya?”Tanya Jessica sembari melepaskan ‘cardigant’nya dan menyelimutinya dibahuku.
“A..a..a Jessica-ah. Apa yang kau lakukan. Ini memang dingin tapi kau bagaimana? Aku baik-baik saja. Seharusnya aku yang seperti itu padamu.”Ujarku mengelak
“Ah gwaenchanna. Aku tahu kau pasti kedinginan.”Ujarnya dengan senyuman.

Kami mengobrol sangat lama. Menceritakan semua hal lucu maupun hal gembira tentang kami. Aku merasa sangat senang, dan tidak kesepian lagi. Dia penyemangatku dan penghiburku. Aku akan menjaganya dan melindunginya. Ya, aku menyukainya.
“Kau pulang dengan siapa? Dijemput supir? Atau dijemput kakakmu pake mobil?”Tanyaku
“Aku tidak punya mobil, apalagi supir pribadi. Aku pulang menggunakan bis.”Ujarnya sembari tertawa kecil.
“Bis? Kau…”ujarku terpotong
“Ya, aku ini dari kalangan keluarga biasa. Aku tidak punya mobil dan aku tidak punya supir pribadi.”Jelasnya
“Aku salut padamu. Kau sederhana sekali. Aku senang sekali bila punya sahabat dekat sepertimu..”Ujarku
“Jadi kau anggap aku ini siapa sebelumnya? Kau pasti menganggapku pacar Sunbae yang sangat jahat dan aku kalangan jahat juga?”Tanyanya sembari mengerucutkan bibirnya.
“Tidak juga. Selama ini kan kita jarang berbicara sedekat ini.”Ujarku pelan
“Iya juga sih. Tapi sekarang kita sudah dekat seperti ini. Jadi kau sekarang menganggapku apa?”Serunya
“Hmm..apa yaa?”Ujarku menggodanya
“Donghae-ah! Jebal..”Pintanya penasaran.
“Kau sahabat terbaikku yang pernah aku kenal.”Gerutu ku cepat dan menyubit pipinya lalu pergi meninggalkan restoran.
“Ya!! Kau ini. Donghae-ah! Awas kau ya!”Seru Jessica yang mengejarku.

***

Setiap pagi kami selalu pergi berangkat sekolah bersama. Tak kadang kami pulang terlambat karena bermain ke mall atau toko buku. Akupun sudah mendapat omelan dari umma,hehe. Kini perasaan itu tidak bisa tertahan lagi. Ya hampir seluruh isi sekolah sudah mengetahui dan melihat sendiri kedekatanku dengan Jessica. Namanya cewek beken, ya pasti banyak yang iri maupun menerorku. Apalagi, mantannya.

“Jessica-ah, kajja!”Ajakku melambaikan tangan
“Ehmm..Donghae-ah.”ujarnya mengehentikan niatku
“Ne?”
“Hari ini aku tidak pulang bersamamu tidak apa-apa kan?”Ujarnya sungkan
“Memangnya kau ada acara? Aku antar yah.”Ujarku menarik tangannya.
“Ah chamkhaman! Aku pergi sendiri saja. Aku harus ke rumah nenekku dulu. Jadi aku berangkat sendiri saja.”Jawabnya menahanku
“Yasudah aku antarkanmu ke rumah nenek mu ya. Sekalian aku mau berkenalan dengan nenekmu.”Ucapku
“Lee Donghae-ah!”Sentaknya. Aku terkejut dengan apa yang dia katakan. Jarang sekali Jessica membentakku, apa lagi memanggilku dengan nama lengkap.
“Baiklah.”Jawabku menundukkan kepala. Jessica pun pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal atau sekedar menatapku. Tapi aku tahu, sebenarnya Jessica pun tak sadar dan terkejut sendiri sudah menyentakku.

***
Hari ini adalah pemilihan calon ketua organisasi terbesar dan terbeken disekolah. Suatu kehormatan bagiku mendapat kesempatan ini. Tapi, aku merasa sungkan dan sedikit takut, yang benar saja lawanku adalah orang-orang yang sangat terkenal dan bisa dibilang kalangan pintar. Tidak tahu angin apa atau badai apa yang menyambari murid-murid satu sekolah sampai aku menjadi salahsatu calon ketua organisasi dalam bidang Intra Sekolah tersebut.
“Ah~ gamsahamnida..gamsahamnida”ucapku sembari membukuk bungkukan badanku. Walaupun ini baru calon, tapi aku sudah sangat senang.
“Donghae-ah!”Sapa seseorang padaku, tapi sepertinya ini buka Jessica, suaranya terdengar lebih besar dan menyeramkan. Aku membalikkan badanku dan ternyata itu Sunbae.
“Ya! Kau masih saja merunduk seperti orang bodoh begitu, hah?”Sentakkannya yang mulai membuat hatiku cenat-cenut.
“A..a..ni sunbae. A..a..da apa kau menghampiriku?”Tanyaku ketakutan.
“Aku hanya heran, mengapa kau bisa terpilih menjadi calon ketua ‘Jjangri’ (nama organisasi tersebut) ?”Tanya Sunbae sembari menyanggakan tangannya ditembok dan berdiri tepat dihadapanku.
“Molla.”Jawabku singkat
“Mwo? Molla?”Ujarnya sembari tertawa kecil tak menyangka
“Ne.”
“Kau!!”Teriak Sunbae sembari mengangkat kerah bajuku
“A..a..ah”teriak kecilku
“Jangan sekali lagi kau mendekati Jessica-ku! Dia milikku! Tak usah sok menjadi pahlawan atau sahabat sejati untuknya! Aku tidak suka!”Bentaknya tepat diwajahku
“A..a..ani Sunbae, Jessica sendiri yang mendekatiku. A..aku..”Ujar Donghae mengelak terpotong.
“Aaaaaaaa!!!”teriak Sunbae mengangkat tangannya kearah wajahku. Aku memejamkan mataku. BUGG!!! Satu suara yang tak asing itu sepertinya tidak menghampiriku, mengapa aku tidak bisa merasakan sakitnya? Ya Tuhan apa aku mati rasa? Apa aku sudah tidak sadarkan diri? Aku juga sudah tidak merasakan genggaman erat dikerahku. Ya Tuhan apa yang terjadi?

“Donghae-ah kajja!!!”Teriak seseorang menarik tanganku. Aku sudah tidak asing lagi dengan genggaman erat dan hangat ini.

Tunggu sebentar……ah ini Jessica! Sepanjang jalan aku hanya memejamkan mataku dan merasakan hangat lebut tangannya. Walaupun kami berlari tergesa-gesa dan cepat, tapi tidak terasa capek bagiku. Sepertinya airmata sudah membendung dikelopak mataku, aku tak kuasa menahannya. Kami berhenti disebuah taman yang masih dalam lingkup sekolah.
“Huh..huh..huh..”Terengah-engah nafas Jessica dan menatapku. Ia heran melihatku menunduk murung.
“Donghae-ya? Waeyo?”Tanya Jessica menghampiriku. “Kau menangis?!”Seru Jessica
“Ani.. Aku hanya terharu.”Jawabku
“Terharu? Kau ini kenapa sih? Sakit ya? Atau masih ketakutan dilabrak sunbae?”tanya Jessica
“Aniyo. Aku terharu kau menolongku dan membelaku di depan sunbae.”
“Hah? Kau terharu karena aku membelamu? Aish~ Donghae-ya kau ini berlebihan sekali, aku hanya…”Ucap Jessica terpotong karena Donghae memegang tangannya.
“Kau penyelamatku. Kau sahabat terbaikku. Kau segalanya bagiku. Apa kau tak menyadari bahwa kau sangat berperan dalam hidupku? Kau seperti hyung-ku. Kau sangat baik dan perhatian padaku. Jadi wajar kan kalau aku terharu karena sifatmu yang sama persis dengan hyungku?”Jelas Donghae dengan mata berkaca-kaca.
“Aku ini perempuan. Beda dengan hyung-mu. Tidak mungkin lah kami mempunyai sifat yang sama. Kau ini melantur saja.”Jessica mengelak. Chu~ Donghae mencium tangan Jessica lembut.
“Kamu apa-apaan sih?! Malu tau!”Protes Jessica
“Sudah ku bilang, kau penyelamatku. Jadi aku wajar kan bersifat baik padamu?”Ujar Donghae dengan smile smirk-nya yang membuat Jessica terbelalak.
“Aaaahh sudahlah! Bukannya kau berterima kasih padaku, malah mempermalukanku!”Seru Jessica
“Itu tadi permintaan maafku,”jawab Donghae
“Permintaan maaf apaan, make nyium-nyium tangan segala. Emangnya aku pacarnya apa?!”Gerutu pelan Jessica. Walaupun hanya gerutu yang terdengar pelan, tapi aku tetap mendengarnya. Aku pun langsung mendekati Jessica dan berdiri tepat disamping tubuhnya yang berposisi berbelakangan denganku. Aku mendekatkan wajahku kepipi kanannya yang kurus dan berkata, “Gomawo~” dengan nada suara yang menggelikan-_-

***

Aku berencana mau mengajak Jessica pergi, menikmati libur musim panas. Aku putuskan untuk mengajaknya ke taman kota, belanja di mall, berfoto-foto, mengelilingi kota Seoul, makan icecream kesukaan kami, dan tentunya surpraise dariku. Aku akan menjemputnya menggunakan mobilku. Sebelum pergi ke rumahnya, aku mampir kesebuah toko boneka, toko kue dan toko bunga, sepucuk bunga mawar merah tak luput dari daftar surpraise-ku untuk Jessica. Kubeli boneka teddy bear dengan tinggi sekitar 50 cm, dengan pita besar berwarna merah muda dilehernya, bulu-bulu lembut dan kecoklatan, menjadi incaran semua namja sebagai hadiah untuk kekasihnya.
Sesampainya di rumah Jessica, aku mengetuk pintu perlahan dan berkata, “Yobboseo~” seseorang menjawab “Ne. Yobboseo~” sepertinya umma Jessica yang menjawab.
“Annyeonghaseyo, Donghae imnida. Saya teman Jessica. Jessica-nya ada?”Tanyaku ramah pada umma Jessica.
“Annyeong, oh Jessica baru saja pergi. Dia bilang pergi bersama temannya. Bukan denganmu ya rupanya?..”Jawab Umma Jessica
“Aniyo. Baiklah kalau begitu, umma tau kemana Jessica pergi?”Tanyaku
“Dia pergi ke restoran Ryeomyeon, kau tahu kan?”Ujarnya
“Ne..yasudah kalau begitu, Gomawo. Annyeong.”Ujarku langsung bergegas pergi ke restoran Ryeomyeon. Mengapa Jessica pergi kesana sendirian?

Umma-nya kira dia pergi bersamaku, tapi buktinya dia pergi sendirian? Jarang sekali Jessica pergi ke restoran Ryeomyeon tanpaku.
Sesampainya direstoran, ku cari kesemua kursi yang ada disana. Mulai dari lantai satu, hingga lantai paling atas, tapi, aku tidak melihat Jessica. Kemana dia?
Ku putuskan kembali ke mobil dan menuju ke toko icecream favorite kami. Mungkin Jessica disana. Sesampainya di toko, aku tetap tidak bertemu dengan Jessica. Ku tanya pada salahsatu pelayan langganan kami, tetap saya ia tidak melihat Jessica. Jessica, kau kemana? Aku harus mencarimu kemana lagi? Ah~ Taman Kota! Aku yakin, pasti dia disana!
Aku mempercepat kecepatan mobilku. Awalnya 80km/jam..100km/jam..sampai akhirnya 120km/jam. Aku mencoba menelfonnya, tetapi tidak diangkat. Sms, tidak dibalas. Kau ini kenapa Jessica? Jangan buatku khawatir!
Selama perjalanan aku hanya terfokus pada handphoneku, aku terus berusaha menelfon Jessica. Sampai akhirnya aku menabrak sebuah tiang listrik beton. Sontak kaca mobilku pecah mengenai wajah dan tubuhku, kepalaku juga tak luput dari benturan setir mobil. Aku tidak bisa merasakan apa-apa lagi, hanya rasa sakit dan perih. Aku menangis. Menangis dalam sisi kesakitan dan cemas terhadap Jessica. “Jess-ii-caa. Kau ke-maa-naa??”Ucapan terakhirku dan akupun tidak bisa merasakan apa-apa lagi dan semua terasa gelap.

1 minggu kemudian~

Aku bangun dari komaku. Ya aku koma selama 1 minggu setelah kecelakaan tersebut. Tapi, mengapa ruangan ini sangat gelap? Mataku tidak bisa melihat apa-apa! Kenapa disini gelap gulita? Aku pun mencoba bangun, “aahh..” sakit rasanya. Infus yang menusuk kulitku, tergores dengan tulang dan kulit dalamku.
“Ya Tuhan, kenapa disini gelap sekali?”Heranku. Aku mencoba mencari cela dari kegelapan ini. Aku memegang kearah mataku, ah-apa ini? Kok seperti kain? Apa ini perban? “Aahh!” lagi-lagi aku merasakan sakit saat menekan mataku. Ini kenapa, Tuhan? Apa aku buta?! Apa aku buta?! Aku menangis, benar benar menangis. Air mataku tidak terbendung lagi.
“YA TUHAAAN? APA YANG TERJADI PADAKU?”Teriakku diatas ranjang rumah sakit. “AAAAAAAA!!!”
Seseorang sepertinya masuk kedalam kamar rawatku, itu umma, dokter dan suster sepertinya.
“Sayang, kau kenapa?”Cemas umma
“Umma..umma! Kenapa ini gelap? Kenapa aku tidak bisa melihat apa-apa? Umma apa yang terjadi denganku?”Tanyaku bertubi-tubi pada umma.
“Sayang, kau tidak apa-apa. Semuanya baik-baik saja.”Jawab umma dengan nada menahan nangis.
“Tidak mungkin! Aku buta! Aku buta! Aku tidak bisa melihat lagi, kan?”Tanyaku pasrah. Umma hanya diam, sepertinya ia menangis. “Umma! Jawab! Aku buta kan?! Aku tidak bisa melihat lagi kan?! U-mm-aaa…”Jawabku awalnya keras menjadi melemah karena suster menyuntikanku sebuah cairan penenang. Sontak aku tergeletak diranjang rawatku. Air mataku tak terbendung lagi. Benar, aku yakin. Aku buta!!
*skip*

1 tahun kemudian~

Aku sudah bisa melihat. Tapi, aku masih belum bisa melihat Jessica. Aku sangat rindu padanya. Aku hanya tersenyum sedih di Taman Kota. Aku mengingat-ngingat masa-masaku dengan Jessica disini. Kami bermain-main, makan icecream, lolipop, dan berfoto-foto. Aku sangat merindukan kenangan itu. Andai saja kau ada disini, Sica.. Mungkin aku sudah melamarmu. Disela-selaku merenung mengingat kenangan bersama Jessica, tiba-tiba aku melihat Jessica dengan seorang namja. Mereka terlihat sangat mesra. Seperti pasangan kekasih. Ya Tuhan, siapa dia? Apa Jessica sudah lupa denganku? Hatiku terasa sangat sakit. Melihat wanita yang aku sayang bersama namja lain.
Melihat mereka pergi kearah timur, akupun mengikutinya perlahan. Aku ingin tahu, sebernanya mereka pacaran atau tidak.
Aku mengendap-ngendap mengikuti mereka. Bianglala, kedai kopi, lalu sebuah gang? Apa yang akan mereka lakukan di gang sempit itu? Aku mencoba melihat mereka selama didalam gang tersebut. Namja itu mulai mengelus-ngelus rambut panjang berwarna pirang Jessica, lalu memegang pipi Jessica dengan posisi ibu jarinya di pipi Jessica. Apa yang akan mereka lakukan? Aku sudah curiga dengan gerak gerik mereka. Sempat namja itu melihat lihat sekitar. Saat namja itu membalikkan kepalanya kearahku dan ternyata namja itu, LEETEUK HYUNG???!! Apa yang dilakukan Leeteuk hyung bersama Jessica? Leeteuk hyungpun mulai mencium bibir Jessica dengan lembut. Jessica-pun membalas ciuman Leeteuk hyung. Mereka seperti menikmati ciuman itu.

Mereka cukup lama berciuman.
GLEK!! Hatiku sangat sakit. Benar-benar sakit! Ternyata hyungku sendiri yang mengkhianatiku! Aku langsung berlari dari tempat itu. Air mataku tak terbendung lagi.
*

Disaat kecewaanku kepada Jessica dan Leeteuk hyung, aku merasa ada yang mengusik-ngusik pundakku. Ah siapa ini?!
Aku pun membalikkan badanku. Tapi, kenapa aku didalam selimut? Kenapa aku tertidur dikamarku? Mengapa pakaianku berubah menjadi piyama? Apa ini cuma mimpi? Aku masih bingung dengan keadaanku sekarang. Sebenarnya apa yang terjadi padaku?
“Chagi-ya! Ayo bangun. Sudah siang!”Teriak seorang yeoja yang memasuki kamarku. Apa? Jessica? Kenapa Jessica memanggilku dengan sebutan ‘chagi’?”
“Ckckck. Lihat sekarang sudah jam 10. Ayo bangun. Kau harus berangkat kuliah!”Omelnya. Aku hanya terdiam heran dan bingung.
“Jessica? Kenapa kau disini? Dan kenapa kau memanggilku ‘chagi’?”Tanyaku terheran.
“Ah sudahlah. Tak usah acting.”Jawabnya ketus sembari meyiapkan handuk untukku.
“Sica..jinjja!”Seruku
“Seharusnya aku yang mengatakan itu padamu! Kau ini kenapa sih? Masa kau lupa dengan yeojachingu-mu sendiri? Kita itu sudah pacaran 1 tahun! Ini pasti gara-gara kau terlalu pulas tidur. Jadi kau lupa segalanya.”Jelasnya
“Mwo?”Heranku pada diriku sendiri.
“Sudah. Sekarang kau mandi, sarapan lalu pergi kuliah.”Ujarnya dengan senyuman sembari memberiku handuk. Chu~ Jessica mencium pipiku lalu pergi. Aku terkaget dengan perlakuan Jessica.
“Apa itu semua hanya mimpi? Tapi kenapa Leeteuk hyung mengkhianatiku? Aaaahhh! Sudahlah lupakan semua. Yang penting Jessica sudah menjadi kekasihku! Yeeaaaaahhh!!”Teriakku.

Akupun melamar Jessica dan akhirnya kami menikah. Kami menjadi pasangan yang bahagia. Aku bersyukur pada Tuhan. Semua permohonanku terkabul, dan Jessica akhirnya menjadi pasangan hidupku untuk selamanya.

THE END~
♥♥ HaeSica ♥♥

RCL ya gomawo =3
-Admin Kyuhyun-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: