aacffkorea

Don’t say it, Please!

Posted on: Mei 1, 2011

Don’t Like! Don’t Read!

***

“Selamat tinggal, Donghae!”

“Berhenti mengucapkan itu, bodoh!”

“Selamat tinggal, Oppa!”

“Kumohon, jangan ucapkan kata itu lagi.”

“Tidak!! Hentikan kata-kata itu.”

“Berhenti. Kumohon. Berhenti!”Seorang pria terlihat meraung-meraung di sudut kamarnya sambil menjambak rambut coklatnya dengan kasar. Tanpa dia sadari, sepasang mata sayu sedang memandangnya nanar. Pria tersebut memandangi setiap foto yang terpampang di setiap sudut kamarnya. Dia berdiri dan berjalan perlahan mendekati salah satu foto tersebut. Senyuman miris terukir di bibirnya yang putih pucat saat dia menyentuh foto tersebut, foto seorang gadis yang sedang tersenyum manis sambil merangkul tangan seorang pria yang lebih tinggi darinya. Air mata mulai mengalir membasahi pipi pria tersebut. Tanpa niat sedikitpun untuk menghapus air matanya, dia berjalan gontai ke arah tempat tidurnya lalu mengambil sebuah buku kecil berwarna kuning cerah yang bertuliskan nama `
권영라(Kwon YoungRa)`. Dengan perlahan dia membuka buku kecil tersebut.

“Seoul, 23 Januari 2008.

Aish..Gara-gara mengejar bis aku jadi terlambat ke sekolah dan aku harus mendapatkan hukuman dari Park Songsaenim untuk berlari mengelilingi lapangan 20 kali. 20 KALI? Coba saja bayangkan bagaimana capeknya mengelilingi lapangan seluas stadium sepak bola sama 20 kali memang sih rasanya kakiku hampir lepas saat berlari tapi semua rasa capek ku hilang saat melihatnya, Donghae Sunbae! Dia memberiku minuman saat aku duduk sambil terengah-engah dilapangan. Jujur saja, aku merasa sangat senang saat dia datang dan aku yakin mukaku pasti sudah memerah saat dia mengacak rambutku>w<. Kalau dia baik seperti itu terus sih, aku sangat rela jika harus dihukum Park Songsaenim lagi.

Saranghae Lee Donghae Sunbae~<3

***

`Donghae melihat seorang gadis sedang berlari di lapangan dengan muka yang pucat. Gadis ini sangat dia kenal, YoungRa. ‘Dia pasti sedang dihukum lagi.’gumam Donghae dalam hati. Tanpa ba-bi-bu lagi dia langsung ke kantin dan membeli sebotol air mineral. Dilihatnya YoungRa sedang terduduk sambil mengatur nafasnya di tengah lapangan.”Ini minuman untukmu.”YoungRa mendongak melihat siapa yang berbicara padanya tersebut. Donghae langsung duduk di sebelah YoungRa dan memberikan minuman itu kepadanya. Youngra tersenyum manis sambil menerima minuman tersebut dan membuat Donghae mengacak-acak rambutnya pelan. Semburat merah muda menghiasi pipi YoungRa.`

***

Pria tersebut tersenyum saat mengingat kejadiannya. Dengan perlahan dia kembali membuka lembaran demi lembaran buku kecil tersebut yang seakan membawanya ke masa indah dulu. Di setiap lembaran buku kecil ini, selalu ada namanya.

***

“Seoul, 14 Februari 2008

Astaga. Apakah aku bermimipi? Apakah aku masih berada di ranjangku dan masih memeluk gulingku? Kalo iya, tolong jangan bangunkan aku! Aku tidak mau mimpi indah ini berakhir! Donghae Sunbae, ah tidak Donghae oppa menyatakan perasaannya kepadaku!! Aku tak menyangka perasaan cintaku kepadanya terbalas. Kalian pasti tahu jawaban dariku, tentu saja aku menerimanya. Untung saja tadi hanya beberapa orang yang melihat.

Saranghaeyo Lee Donghae Oppa~<3

Akhirnya aku bisa mengucapkannya terang-terangan tanpa harus mengucapkannya di dalam hati atau di buku. Kau akan ku jaga oppa, Kau milikku sekarang~! kekekeke.

***

“Saranghae, Kwon Youngra~!”teriak Donghae di lapangan sekolah. Di depannya seorang gadis sedang membelalak kaget.“Would you be my girl, Kwon Youngra-ssi?”gadis tersebut hanya diam sambil mengerjap-ngerjapkan matanya. Donghae yang gemas, langsung merengkuh tubuh mungil gadis itu ke pelukannya.“Apa aku harus berteriak sekali lagi? Sarang—”gadis tersebut langsung menutup mulut Donghae. Dia tersenyum sambil mengangguk tanda dia menerima untuk menjadi `gadis` Donghae.“Na do Saranghae, Lee Donghae-ssi!”

***

Lagi, senyuman miris terukir di bibir pria tersebut. Sambil mengusap lembaran yang basah oleh air matanya, dia menyanyikan sebuah kutipan lagu.

You are my everything
Nothing your love won’t bring
My life is yours alone
The only love I’ve ever known
Your spirit pulls me through
When nothing else will do
Every night I pray
On bended knee
That you will always be
My everything

Setelah bernyanyi dia langsung tertawa sangat keras sambil membiarkan air matanya jatuh membasahi pipi pucatnya yang terlihat kurus.“Saranghae, Kwon YoungRa-ssi!”ucap pria itu di sela-sela tawanya.

***

“Seoul, 6 Maret 2008.

Aish..aku benci dengan 2 murid baru itu. Kakak adik yang sifatnya menyebalkan, Cho Airen dan kakaknya Cho Kyuhyun. Hei! Kau Cho Airen berhenti mendekati `Hae-ie`ku!! Kau itu seperti benalu tau! Cho Airen jelek! Cho Kyuhyun juga! :b Kau Airen berhenti mendekati kekasihku, dan kau Kyuhyun berhenti mengusik ketenanganku!

***

“Chounen Cho Kyuhyun imnida! Mannaso bangapseumnida.”Dia–murid baru sedang memperkenalkan diri di depan kelas tersenyum melihat ke arah Youngra. Youngra yang memang tidak tertarik hanya menenggelamkan kepalanya di kedua tangannya yang dilipat.“Chounen Cho Airen imnida!”suara cempreng terdengar sesaat setelah dia memperkenalkan diri.“Nah..Cho Kyuhyun dan Cho Airen silahkan duduk di belakang Kwon Youngra dan Shim Changmin.”Dua murid baru itu pun berjalan menuju bangku yang ditunjuk oleh Kim-songsaenim.“Hey..Aku Cho Kyuhyun! Siapa namamu? ”Kyuhyun berbicara sedikit berbisik kepada Youngra yang berada di bangku depannya. Youngra berbalik dengan memasang mimik muka`hah-lu-ngajak-ngomong-gue`“Kau berbicara kepada siapa? Aku? Kwon Youngra imnida. Jangan ganggu aku, aku mau tidur!”Youngra pun kembali dengan aktifitas sebelumnya. Kyuhyun hanya manggut-manggut sambil tersenyum bodoh. Selama pelajaran Kyuhyun selalu memanggil Youngra, entah untuk menanyakan hal yang tidak dimengertinya atau mengajak Youngra berbicara. Youngra pun dengan sabar dan sedikit tidak ikhlas selalu menjawab. Padahal Kyuhyun sudah diingatkan jangan menganggu Youngra terus oleh Changmin. Youngra yang memang kesal dengan Kyuhyun, semakin kesal ketika melihat Airen–adik Kyuhyun mendekati Donghae ketika Donghae datang ke kelas mereka. Donghae sudah berusaha menolak Airen dengan baik-baik tetapi dia malah semakin menempel kepada Donghae begitupula dengan Kyuhyun.

***

Pria itu memandang kosong ke arah depannya sambil meremas kertas di buku kecil tersebut. Membaca kata demi kata di kertas yang diremasnya seakan mengembalikan memori yang ingin dibuangnya jauh-jauh. Dari matanya terpancar aura kebencian yang sangat besar.“Errrrr..Cho Kyuhyun!”

***

“Kotor..

Aku sangat kotor..

Demi tuhan, aku tidak ingin mengingat hari ini lagi.

Cho Kyuhyun, aku benci kepadamu! Aku tidak peduli kau mencintaiku atau apa, Persetan dengan semua itu! Kau telah merusak harapan dan masa depanku bersama Donghae.

Donghae Oppa, Maaf..maafkan aku! Aku tidak tahu akan terjadi hal seperti ini. Sekarang aku sudah tidak pantas berada di dekatmu. Aku sudah tidak pantas hadir di hadapanmu. Oppa, selamat tinggal!. Saranghae.

***

Youngra terduduk sambil memeluk kedua lututnya. Tatapan matanya kosong, seolah dia hanya raga tanpa jiwa. Kancing seragam sekolahnya belum terkancing dengan benar dan roknya sedikit robek. Pria yang sedang merapikan penampilannya melirik Youngra sambil tersenyum puas.“Sudahlah, baby! Tadi Kau juga menikmatinya kan? Sekarang kau milikku!”Pria itu berjalan mendekati Youngra dan berusaha memegangnya tapi refleks Youngra menghindarinya.“Brengsek kau, Cho Kyuhyun!”teriak Youngra lirih dia mengusap air mata yang keluar dari mata indahnya. Kejadian 2 jam yang lalu menjadi trauma yang mendalam bagi Youngra, orang yang baru dikenalnya 2 bulan ini sudah berani menyetubuhinya. Kyuhyun langsung tertawa keras sambil menarik paksa tangan Youngra lalu memasukkannya ke dalam mobil sport kuning miliknya.
Melihat ekspresi kosong Youngra, membuat Kyuhyun sedikit khawatir. Dikecupnya kening Youngra,“aku pasti akan bertanggung jawab.”Youngra masih diam. Saat sudah sampai di depan rumah Youngra, dia langsung berlari ke rumahnya dan masuk ke kamarnya. Dia menangis sejadi-jadinya sambil mengacak-acak rambutnya, dia berjalan gontai menuju meja belajarnya setelah melihat buku diari miliknya dan jangka. Youngra tersenyum sesaat melihat fotonya bersama Donghae terjaga baik di bingkai kecil miliknya, tanganya mulai meraih pensil dan mulai menuliskan sesuatu di buku diarinya, sesudah menulis dia meraih jangka yang ada dihadapannya lalu ‘SRET’ jangka itu mulai merobek kulit tangan Youngra, dengan brutal Youngra menusuk-nusukkan jangka tersebut tepat di urat nadinya. Darah merah mengotori lembaran yang baru saja tulisi oleh Youngra tadi“Saranghae, Donghae Oppa! Anyeong.”tubuh Youngra pun terjatuh ke bawah dengan banyak darah yang mengalir dari tangannya.

***

Donghae–pria tadi pun tertawa keras sambil memukul-mukul dadanya. air mata masih mengalir membasahi pipinya.“Oppa, berhenti menyiksa dirimu!”suara lembut itu, suara yang sudah 2 tahun ini Donghae rindukan terdengar di telinganya. Dia mencari-cari sumber suara itu, dan tersenyum melihat ‘gadis’nya sedang berdiri dengan sayap membentang di punggungnya.“Youngra!”teriak Donghae sambil menghampiri Youngra. Youngra membalasnya dengan tersenyum lembut.“Aku merindukanmu! Kau kemana saja selama ini? Nafasku seakan hilang saat kau tak ada, jantungku berhenti berdekat saat tidak ada kau disampingku,aku—”telunjuk Youngra menyentuh bibir Donghae menyuruhnya untuk diam.“Sekarang kita tidak akan berpisah lagi,Oppa! Selamanya kita akan selalu bersama.”Setelah mendengar ucapan Youngra tadi, tenggorokan Donghae tercekat, suaranya seakan tidak bisa keluar. Udara pun tidak bisa dia hirup, anggota tubuhnya seakan mati rasa. Pandangan matanya kabur dan akhirnya ia tidak sadarkan lagi untuk selamanya. Seorang wanita yang sedari tadi menatapnya nanar berlari mendekati Donghae,“Oppa, bangun! Oppa!”Seorang pria berlari dari arah luar. Lalu mendekatinya,“Apa yang terjadi, Airen?”Wanita tadi menggeleng sambil menangis keras.“Sudahlah adikku! Mungkin ini jalan terbaik untuknya, ini semua memang salahku, seharusnya aku tidak melakukan itu kepada Youngra, aku sangat menyesal. Semoga dengan merawatnya selama 2 tahun ini, dosa-dosaku kepada mereka berdua sedikit berkurang.”Pria tersebut merangkul bahu wanita yang sedang menangis di sampingnya. Kehidupan Donghae 2 tahun ke belakang ini sangat suram, setelah mendengar kabar kekasihnya bunuh diri, kecelakaan menimpa kedua orangtuanya dan kakak laki-lakinya, semua keluarga besar Donghae tidak tinggal di Korea dan hal itu membuat Donghae hidup sendiri. Dia selalu mengurung diri di rumahnya sambil menyiksa dirinya sendiri, dia stress, dia depresi, semua orang yang dia sayangi pergi meninggalkannya. Salah satu tetangga yang mengetahui hal itu, dengan segera menghubungi rumah sakit jiwa. Airen dan Kyuhyun yang mengetahui hal itu langsung meminta pihak rumah sakit agar Donghae dirawat di rumah mereka. Tentu kalian bertanya darimana Donghae mendapat buku diari Youngra kan? Donghae mendapat buku diari tersebut saat dia menghadiri prosesi pemakaman Youngra dari orangtua Youngra.

***

“Oppa!”

“Ne,chagi?”

“Apa rasanya jika kita ditinggalkan oleh seseorang?”

“Sakit, pasti sangat sakit! Makanya aku benci jika ditinggal oleh orang yang aku sayangi. Aku juga benci kata-kata ‘selamat tinggal’.

“Lalu, bagaimana kalau oppa ditinggal oleh orang yang oppa sayangi?”

“Aku ingin segera menyusul orang yang kusayangi itu! Bagaimana pun caranya!”

“Oh..begitu ya! Terima kasih,oppa! Aku yakin cerita buatanku nanti akan menjadi yang paling bagus satu kelas!” Youngra pun berlari meninggalkan Donghae di perpustakaan. Donghae pun tersenyum menatap punggung Youngra yang semakin menjauh.“Youngra, berjanjilah kepadaku, jangan mengucapkan kalimat itu ya!” Donghae kembali melanjutkan kegiatan membacanya.

END

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: