aacffkorea

[Special Gift For Fega Apreilia] Gamers, My Beloved One!

Posted on: April 19, 2011

Cast :

Cho Kyuhyun

Choi Sooyeon : Fega

Pertama-tama saya mau minta maaf dulu sama sheva karena biasnya saya pake disini. Hampura pisan nyak! Ane ucapin makasih yang sebesar-besarnya buat yang luangin waktu untuk baca ff ini *bows*

***

Perkenalkan aku Choi Sooyeon, panggil saja aku Sooyeon. Aku murid di Hankook highschool, di sini aku hanyalah murid biasa bersama sahabatku dari kecil, Lee Minyoung. Minyoung, dia cantik,ramah, dan mudah berteman. Karena sifatnya itu,banyak yang mengaguminya dan menyatakan cinta kepada Minyoung tetapi sahabatku sudah menyukai seseorang. Dia kakak kelas kami, Cho Kyuhyun.

***

“Sooyeon!” teriak Minyoung ceria sambil menuju ke bangkuku. Aku pun berhenti mendengarkan lagu di Ipod dan melepaskan earphoneku, menatapnya yang sudah tersenyum senang di sebelahku.

“Aku….menyukai seseorang.”ucapnya langsung sambil memainkan rambut hitam sebahunya,semburat merah terus menghiasi pipinya. Aku yakin pasti dia sangat menyukai namja ini.

“Memang siapa pria yang beruntung itu,Minyoung?”ucapku penasaran. Dia mendekatkan bibirnya ke telingaku.

“Sunbae kita, Cho Kyuhyun!” mataku membelalak kaget.

***

Menurutku sikap Cho Kyuhyun dingin, cuek, dan menyebalkan. Ya walaupun kuakui dia tampan dan pintar. Aku sudah bilang pada Minyoung untuk berhenti menyukainya, aku hanya takut Kyuhyun sunbae akan menyakiti Minyoung jika mereka berpacaran nanti. Aku tau Minyoung adalah tipe orang yang langsung marah jika dia tidak dihiraukan. Tapi Minyoung berkata “ Sooyeon,aku ini sudah sangat menyukainya! Dan aku tidak mau untuk berhenti menyukainya. Aku tidak peduli akan sikapnya yang cuek atau apa. Aku akan terus menyukainya” karena aku mengetahui sifatnya yang keras kepala jadi aku hanya menuruti kata-katanya saja. Kebetulan aku dekat dengan sahabat Cho Kyuhyun, Lee Sungmin namanya. Orangnya baik dan dia seorang ketua kesiswaan. Jujur saja bahwa aku menyukai dirinya, Minyoung selalu menyuruhku untuk mendekati Sungmin, tapi aku selalu menolak mentah-mentah. Aku takut merasakan yang namanya bertepuk sebelah tangan.

***

“Sooyeon-shi!” Panggil Sungmin kepadaku. Aku dan Minyoung membalikkan badanku lalu Sungmin melambaikan tangannya kepadaku. Disana juga ada Kyuhyun yang sedang memainkan PSP-nya. Minyoung menyenggol lenganku lalu menaik-turunkan kedua alisnya, sambil tersenyum tidak jelas, aku tau maksudnya tapi tak kuhiraukan dia, aku membalas lambaian tangan Sungmin. Sungmin tersenyum lalu berjalan mendekati kami sambil menarik tangan Kyuhyun.

“Kenapa kalian baru pulang ? Biasanya hanya aku dan Kyuhyun yang masih berada di sekolah kalau jam segini.” ucap Sungmin sambil tersenyum memperlihatkan gigi kelincinya.

“Aku dan Sooyeon baru saja menyelesaikan tugas kelompok kami. Takutnya kami lupa, jadi mengerjakan sekarang.”ucap Minyoung ceria, sekali-kali ia melirik Kyuhyun yang masih asik berkutat dengan PSP-nya. Kami berempatpun jalan bersama sampai gerbang sekolah sambil berbincang-bincang.

“Minyoung-shi, rumahmu di blok A bukan? Dan Sooyeon-shi, rumahmu di blok D kan? ” tanya Sungmin. Aku dan Minyoung mengangguk bersamaan.

“Minyoung-shi, bagaimana kalau kita pulang bersama? Hari sudah malam. Kebetulan rumahku juga di blok A. Perempuan tidak baik jalan sendirian malam-malam begini. Hei kau, Kyuhyun! rumahmu kan di blok D antar Sooyeon pulang sana! Jaga dia baik-baik!”ucap Sungmin. Sengaja ia menekan kata `Kyuhyun` agar orang yang dituju itu mendengar apa yang ia katakan. Dia hanya mengangguk tanpa memperhatikan Sungmin. Aku dan Minyoung memasang mimik muka yang aneh.

“Maafkan aku Minyoung.”Bisikku. Dia hanya mengangguk dan membisikkan hal yang sama. Lalu Minyoung pun pulang bersama Sungmin.

“Ayo pulang,bocah kecil!”ucap Kyuhyun sambil berjalan mendahuluiku. APA? Dia mengataiku bocah kecil. Jangan mentang-mentang umurku di bawahnya 2 tahun dia seenaknya saja memanggilku bocah kecil. Aku menyusulnya sambil terus menggerutu pelan di belakangnya.

“Jangan menggerutu seperti itu! Jelek”ucapnya sambil terus berkutat dengan PSP-nya.

“Darimana kau tau aku menggerutu?” ucapku ketus. Dia membalikkan badannya lalu berjalan mendekatiku. Pukulan kecil pun sampai di kepalaku dari kepalan tangannya. Aku hanya meringis sambil mengusap-usap kepalaku.

“Panggil aku sunbae,babo!”ucapnya sambil melayangkan ‘jitakan’nya lagi, aku kembali meringis dan kami berdua tertawa bersama(lebih tepatnya dia yang tertawa puas.________.). Setelah itu keadaan kembali seperti semula, dia asik kembali bermain dengan ‘kekasih’nya.

“Di sebuah gunung besar, Tiga ekor beruang hidup bersama ♬
Aih aku lupa lirik selanjutnya. Appa, Umma…” Karena merasa bosan aku bernyanyi kecil. Aku menggigit kecil jariku, berusaha mengingat lirik selanjutnya.

“Hmmmp..Apa yang barusan kau lakukan? Coba lakukan sekali lagi”ucap Kyuhyun sambil menutupi mulutnya, aku yakin dia pasti menahan tawanya karena aku bernyanyi tadi. Aku pun berjalan mendahuluinya sambil menunduk.

“Ayo, sekali lagi”

“ Tidak mau!”

“ Coba Sekali lagi”

“ Tidak mau!!”

“ Ayolah sekali lagi! ”

“Ah aku sudah sampai.rumahku disini.”

“ Ah baiklah. Sampai jumpa, gom ♬”

Hari demi hari, aku menjadi dekat dengan Kyuhyun. Semenjak kejadian ‘dia-mentertawakan-ku-saat-menyanyi’ itu dia memanggilku dengan sebutan ‘Soo-gom’. Berangkat dan pulang sekolah kami berdua selalu bersama. Makan siang pun juga. Kyuhyun pun sering main ke rumahku bersama Sungmin terkadang hanya untuk sekedar main terkadang untuk mengerjakan tugas. Minyoung tidak mempermasalahkan kedekatan kami, ia bilang jika aku dekat dengan Kyuhyun itu akan lebih membantunya. Dan kami berdua bisa saling bertukar informasi. Tapi semenjak itu juga rasa sukaku kepada Sungmin berkurang atau mungkin telah hilang dan kalian tahu? Rasa sukaku ini malah berpindah kepada Kyuhyun. Aku selalu berusaha membuang jauh-jauh perasaanku itu tetapi perasaanku malah semakin besar kepadanya.

“Ingat Sooyeon, Kau harus membuat Kyuhyun dan Minyoung bersatu bukan malah menyukainya! Ayo pergi rasa sukaku pada sunbae bodoh itu! Pergi! Pergi!”gumamku dalam hati.

***

Hari ini aku mendapat tugas fisika dan harus mencari buku referensi di perpustakaan. Tadinya aku mengajak Minyoung tapi dia tidak bisa menemaniku karena dia harus menjenguk kakaknya yang kemarin kecelakaan.

“Gwaenchana, aku bisa sendiri. Sampaikan salamku kepada Sora unnie ya,Minyoung! Besok aku akan menjenguk kakakmu.”ucapku. Minyoung hanya mengangguk sambil tersenyum.

“Anyeong,Sooyeon!”ucap Minyoung berlari kecil meninggalkanku sambil melambaikan tangannya. Aku menghela nafas sebentar lalu berjalan gontai menuju perpustakaan.

“Soo-gom!”Teriak Kyuhyun sambil merangkul pundakku. Aku yang kaget segera berteriak dan menjauhkan tangannya dari pundakku.

“Bodoh! Kalau aku terkena serangan jantung mendadak bagaimana? Kau mau tanggung jawab hah?”ucapku sedikit keras sambil memegang dadaku untuk menstabilkan nafasku yang terengah-engah.

“Ma-af. Hey bodoh! Kau mau kemana sih? Cara berjalanmu mirip sekali dengan zombie.”ledeknya sambil cekikikan. Aku tidak memperdulikannya dan lansung berjalan mendahuluinya. Dia langsung mengejarku dan berusaha mensejajarkan langkah kakinya dengan langkah kakiku.

“Pasti kau mau ke perpustakaan kan? Apa perlu kau ditemani orang tampan ini?”ucap Kyuhyun yang sudah mengetahui kemana arah tujuanku. Aku dan Kyuhyunpun memasukki ruangan perpustakaan dengan tak lupa mengucapkan salam kepada penjaga perpustakaan yang sudah agak berumur. Kami berdua memilih tempat yang agak jauh dari si penjaga perpustakaan, karena takut dia akan terganggu oleh kebisingan kami jika sudah berbincang.

Sudah 10 menit aku dan Kyuhyun berada di perpustakaan, Tidak ada pembicaraan diantara kami berdua, kulirik Kyuhyun sedang membalik-balikkan buku yang ada di hadapannya dengan tatapan malas, dia terlihat bosan.

“Kyu, kemana `kekasih`mu?”tanyaku kepadanya. mengawali percakapan kami tetapi mataku tetap fokus pada tugasku.

“Kemarin tertinggal di Game Center.”jawabnya santai sambil meregangkan tubuhnya.

“Soo.”Ucap Kyuhyun. Aku mengalihkan perhatianku dari buku yang sedang kubaca ke arahnya. “Hem?”Aku membalasnya dengan berdeham.

“…Saranghae.”ucap Kyuhyun sambil menatapku dalam tapi tatapannya itu malah membuatku ingin tertawa.

“Jangan bercanda,Kyu! Tidak lucu.”ucapku tegas tapi tidak menunjukkan kemarahan sambil melanjutkan membaca buku. Entah mengapa perasaanku senang sekali setelah Kyuhyun mengucapkan kata tadi tapi aku teringat akan Minyoung.

“Aku tidak bercanda, Choi Sooyeon! Maukah kau menjadi kekasihku?”ucap Kyuhyun lebih keras.

“Minyoung menyukaimu, aku takut dia akan marah padaku.”ucapku berpura-pura dingin tanpa mengalihkan perhatianku dari buku dan mencatat pada buku tulisku. Semburat merah di pipiku semakin terlihat jelas saat menatap Kyuhyun.

“Apa? Minyoung menyukaiku? Kukira dia menyukai Sungmin hyung. Tapi walaupun dia menyukaiku,aku kan menyukaimu, Soo. Mau ya? Mau ya? ‘Backstreet’ juga tidak apa-apa deh”ucapnya seraya menggembungkan pipi layaknya anak kecil yang sedang merajuk. Ya tuhan, Apa yang harus ku lakukan? Kalau aku menerimanya sama saja aku mengkhianati sahabat terbaikku. Tapi jujur aku juga menyukainya.

“Sikapmu aneh sekali. Dasar…”Ucapku terputus saat jari telunjuknya menyentuh bibirku. Dia tersenyum sangat manis.

“Saranghaeyo, Choi Sooyeon!”Dia mengecup keningku lembut. Aku segera tersadar lalu mengelap keningku.

“Menjijikan tau! Jangan melakukan hal-hal menjijikan ini lagi,Kyu! Kalau ada teman Minyoung yang lihat bagaimana? ”ucapku sambil menunduk, berusaha menyembunyikan wajahku yang sedang `blushing`ria. Aku tidak berani menjawab pernyataannya walaupun aku sangat ingin. Kyuhyun seperti paham akan gerak-gerikku lalu Kyuhyun pun memelukku.

“Aku tau kau menyukaiku juga. Jadi mulai sekarang kita berpacaran. Kau harus memanggil aku oppa!”Ucap Kyuhyun sambil cekikikan.

“Shireo! Itu sangat menjijikan. Sudah untung aku mau menerimamu walau dengan paksaan.”ucapku sambil mendorong tubuhnya dan melanjutkan pekerjaanku yang tadi tertunda gara-gara si `gamer` itu. Dia sudah membuat jantungku hampir kehilangan kendali berkali-kali.

“Yasudah kalau kau tidak mau memanggilku oppa, aku akan memanggilmu yeobo. Sooyeon yeobo!”Ucapnya sambil menunjukkan ekspresi yang hampir membuatku muntah.

“Aish…bagaimana kalau hyung?”

“Baiklah hyung tidak apa-apa daripada tidak sama sekali.”ucapnya sambil tersenyum manis. Itu pasti senyuman yang dibuat-buat.

“Hentikan senyuman bodohmu itu!”ucapku sambil memukulnya dengan buku tulis yang kugulung. Jika ini kartun, pasti sudah ada empat siku-siku di dahiku.

***

Kami memutuskan untuk ‘backstreet’ agar Minyoung, Sungmin, maupun semuanya tidak mengetahui ini. Jika kalian pikir aku tidak pernah merasa bersalah,kalian SALAH BESAR. Semakin hari aku selalu merasa bersalah kepadanya, tapi aku tidak mengerti kenapa aku bisa mempertahankan hubungan ini.

“Cih.Kau orang jahat,Sooyeon! Kau orang jahat! Choi-Soo-Yeon-kau-akan-merasa-bersalah-selamanya.”ucapku dalam hati, merutuki diriku sendiri. Kupukul-pukul kepalaku lalu menenggelamkan kepalaku di sela-sela kedua tanganku yang dilipat di meja.

“Sooyeon… Hiks..Hiks..Hiks”seketika aku mengangkat kepalaku ketika namaku disebut oleh suara cempreng yang tidak asing di telingaku, Minyoung yang sedang berlari kearahku, dia memelukku sangat erat sambil menangis. Deg! Perasaanku mulai tidak enak, aku yakin ini ada sangkut pautnya dengan Kyuhyun.

“Ada masalah apa,Minyoung? Ayo ceritakan kepadaku.”ucapku sambil mengelus rambutnya. ‘Kau seperti serigala berbulu domba, Sooyeon’ rutukku pada diriku sendiri.

“Tadi aku bertemu dengan Kyuhyun oppa, lalu aku menyatakan perasaanku kepadanya lalu…lalu dia menolakku….”ucapnya dengan sesenggukan.

“Dia…bilang… dia… sudah menyukai… seseorang.”lanjut Sooyeon.

“Minyoung, maafkan aku. Tolong maafkan aku. Kau bodoh, Sooyeon! Kau bodoh!”gumamku dalam hati, sebisa mungkin kutahan agar tidak menunjukkan ekspresi yang akan membuat Minyoung curiga. Aku berusaha tersenyum lalu memeluknya erat. Aku tidak tau lagi harus berbicara apa. Akhirnya aku malah menangis di bahu sahabatku itu.

“Eh? Kenapa Sooyeon menangis? Pasti Sooyeon menangis karena selama ini perjuangan Sooyeon sia-sia ya? Maafkan aku Sooyeon-ah. Padahal kau sudah berjuang tapi aku malah ditolak seperti ini.”ucapnya sambil menepuk-nepuk pundakku.

“Mianhae, Minyoung! Mianhae.”Airmataku terus tumpah membasahi jas sekolah Minyoung. Kalau Minyoung tau orang yang disukai Kyuhyun adalah aku pasti dia akan membenciku selamanya. Dia pun memelukku lebih erat sambil menghapus airmatanya.

“Gwaenchana,Sooyeon-ah! Lihat aku sudah tidak menangis lagi kan? Ayo berhenti menangis! Mukamu jelek sekali saat menangis.”goda Minyoung sambil memperlihatkan senyuman termanis, berusaha membuatku berhenti menangis.

“Kau juga jelek saat menangis tadi!”godaku balik kepadanya. Kami berduapun tertawa bersama masih dengan mata yang sembab.

“Oh iya tapi Kyuhyun oppa bilang kalau aku bisa menjadi sahabatnya. Ya lebih baik menjadi sahabat daripada tidak sama sekali.”Minyoung tertawa getir saat mengucapkan itu. Aku yakin pasti masih ada rasa sakit di hatinya.

“Sooyeon-ah! Minyoung-ah! Ayo pulang bersama.”teriak Sungmin sunbae dari luar kelas kami. Ah iya semenjak kami semua berteman, dia menjadi lebih dekat dengan kami. Malah kami boleh memanggilnya oppa. Kulihat Sungmin berjalan menuju kelasku bersama Kyuhyun yang pasti kalian sudah tau apa yang ia lakukan. Yak! Benar, bermesraan dengan `kekasih elektronik`-nya. Aku dan Minyoung pun segera membereskan buku lalu memasukkannya ke tas.

“Sooyeon, punya tisu tidak?”bisik Minyoung kepadaku. Aku menggeleng pelan. Sejenak aku berfikir untuk menutupi mata kami yang sembab.

“Ah! Aku punya ide. Gunakan saja kacamata hitammu. Kau bawa dua kan?”usulku yang langsung disetujui oleh Minyoung. Dia pun mengeluarkan dua buah kacamata hitam miliknya lalu kami berdua bergegas menggunakannya. Sungmin dan Kyuhyun menunggu kami berdua di depan pintu kelas.

“Hey kalian berdua! Kenapa menggunakan kacamata hitam seperti itu? Kalian berdua terlihat bodoh.”
ledek Kyuhyun tanpa mengalihkan perhatiannya dari `kekasih`nya itu. Dia berbicara seakan tidak pernah terjadi apa-apa antara dia dan Minyoung. Kulirik Minyoung, matanya kembali berkaca-kaca. Minyoung yang menyadari aku sedang menatapnya segera tersenyum.

“Gwaenchana.”gumamnya pelan yang mungkin hanya terdengar olehku dan dirinya sendiri.

“Kami sedang sakit mata, oppa. Oppa tidak ada pelajaran tambahan hari ini?”tanggap Minyoung ramah.

“Kata Han-songsaenim, hari ini belajar di rumah saja. Ngomong-ngomong, Kalian kompak ya bisa sakit mata bersama. Yasudah ayo pulang! Aku lelah hari ini.”ucap Sungmin sambil tertawa kecil lalu mendorong tubuh kecil kami berdua.

***

“Lepaskan saja kacamata-mu, babo! Aku sudah tau kalau kau habis menangis. Yak! Setelah aku lulus nanti, kita tidak perlu backstreet lagi dan kau tidak perlu menangis seperti ini lagi.”ucap Kyuhyun dengan nada yang terdengar errr..khawatir.

“Hyung, Kalau Minyoung tau. Dia tidak akan memaafkanku selamanya.”ucapku sambil melepas kacamata hitam yang ia gunakan tadi.

“2 bulan lagi aku sudah akan lulus. Kau mau kan bersabar untuk hubungan kita? Ayo mana Soo-gom jelekku yang ceria? Ayo kita berjuang bersama”ucap Kyuhyun bermaksud menghiburku sambil mencubit pipiku gemas.

“Aw..sakit. Kau ini seenaknya saja mencubit pipiku. Baiklah, ayo kita berjuang bersama!” Kyuhyun tertawa sambil mengacak-acak rambutku.

***

“ Untuk Kyuhyun hyung,
Mungkin kita tidak bisa bicara di dalam sekolah, maaf ya. Makanya aku menulis surat.
Soo-gom :3”

Surat kecil ini kuselipkan di loker Kyuhyun, kuputuskan hal ini karena aku kurang nyaman berbicara dengan Kyuhyun di sekolah. Aku tau ini akan membuat yang lain curiga, tapi hanya inilah satu-satunya jalan untukku berkomunikasi dengannya secara pribadi.

“ Untuk Soo-gom,
Tidak apa-apa. Kita hanya seperti ini di sekolah kan? Kapan-kapan aku akan mengajakmu jalan-jalan ke Lotte World, Soo-gom mau ya?
Raja Iblis tampan, Cho Kyuhyun.”Balasnya. Kami memutuskan untuk menjaga jarak di sekolah dan dia pun sibuk untuk persiapan ujian sekolah nanti, hal itu bisa menjadi alasan kenapa kami tidak dekat seperti dulu lagi.

“Untuk Kyuhyun hyung,
Yak! Siapa bilang kau raja iblis tampan?-_- kau adalah iblis terjelek yang pernah kulihat. Memang tidak apa-apa kalau kita jalan-jalan kesana? Bagaimana kalau ada yang melihat?
Malaikat cantik, Soo-gom~”

“Untuk Soo-gom,
Semua orang mengakui aku tampan tahu. Kau saja yang tidak peka melihat wajahku. Ah itu belum kupikirkan, tapi kalau ketahuan kan kita bisa mengelak. Benar kan?
Raja Iblis yang tampan, Cho Kyuhyun.”

***

“Pegangan yang kuat! Aku takut jika aku sudah sampai sana kau malah tertinggal.”ucap Kyuhyun sambil menyeimbangkan sepedanya saat aku naik. Aku dan Kyuhyun akan pergi ke Lotte World di hari sabtu yang cerah dan terang benderang ini.

“Kau ini banyak bicara sekali! Ayo jalan! Bukankah kau ada mobil? Kenapa tidak naik mobil saja sih? ”ucapku ketus sambil memegang jaket yang digunakannya pelan. Aku sangat malu jika harus memeluk pinggangnya.

“Harusnya kau senang ku ajak naik sepeda. teman-temanku bilang wanita akan senang jika naik sepeda dengan pacarnya, karena menurutnya itu hal yang romantis. Sebenarnya aku malas membonceng tubuhmu yang berat itu, tapi aku ingin berlaku romantis sekali-kali kepadamu, kalau tau aku akan dibentak seperti ini. Aku malas mengajakmu lagi.”Oceh Kyuhyun panjang lebar.

“Baiklah, Raja Iblis yang tampan. Ayo jalan! Lotte World itu jauh tau.”ucapku sambil menyilangkan tangan di dada.

“Dasar perempuan aneh!”ucap Kyuhyun sambil menjalankan sepedanya kencang. Refleks aku memeluk pinggangnya. Dia itu gila atau apa sih? Tiba-tiba menjalankan sepedanya kencang bagaimana kalau aku jatuh terjungkal ke belakang. Mau dimana aku menaruh mukaku-_____- Sepanjang perjalanan dia terus menyanyi. Kuakui suaranya bagus dan aku menyukainya. Karena terlalu banyak menyanyi, dia tidak sadar bahwa kita telah melewati Lotte World.

“Kyu?”panggilku.

“Hem?”balasnya singkat.

“Sebenarnya..”

“Apa?”

“Sebenarnya kita sudah melewati Lotte World daritadi,bodoh!”Dia mengerem sepedanya langsung. Dia menatap ke belakang atau lebih tepatnya ke hadapanku dengan `death glare`nya.

“Bodoh! Kenapa tidak bilang daritadi sih?”Gerutunya lalu memutar balik sepedanya. Aku hanya diam tidak mau mencari masalah dengannya jika membalasnya dengan ocehan.

-Lotte World-

“Kyu, aku lapar, makan yuk!”ucapku sambil memegangi perutku yang sudah ber’demo’ ria. Kita sudah mengelilingi Lotte World ini, dan itu membuatku sangat lapar.

“Soo. Kita kan sudah makan jjangmyeon tadi.”ucap Kyuhyun sambil memasang ekspresi ‘what-lu-kan-udah-makan-banyak-tadi’.

“Ayolah,Kyuhyun hyung yang tampan! Eskrim saja deh.”rajukku seperti anak kecil. Sekali-kali manja kan tidak apa-apa.

“Baiklah,chagi! Ayo kita beli eskrim!”Dia menghela nafasnya panjang lalu tersenyum sangat manis,seperti tidak dipaksakan. Kenapa dia sangat errrr…manis? Deg! Apa rajukkanku tadi membuatnya geger otak? Saat aku masih bergumul dengan pikiranku tangannya yang besar mengenggam tanganku sambil berjalan. Mukaku memanas saat jemarinya mengait erat diantara sela-sela jariku. Semoga Kyuhyun tidak menyadarinya dan untuk menyembunyikan rasa canggungku, aku langsung berlari menuju stand eskrim dan memesannya. Baru saja aku mau berbicara, Kyuhyun sudah mendahuluiku.

“Ahjussi, 2 cup besar eskrim strawberry dan 1 eskrim coklat.” Ahjussi penjual eskrim itu tersenyum. Belum sampai beberapa menit, ahjussi penjual eskrim sudah memegang 2 cup besar eskrim dan 1 eskrim cup kecil. Kyuhyun segera mengambil dan segera mengucapkan terimakasih. Kyuhyun mengajakku duduk di satu bangku kecil lalu menyerahkan 2 cup besar eskrim strawberry itu kepadaku.

“Kau mau mengejekku ya? Aku tahu aku gembul, tapi aku tidak rakus tahu!”ucapku tetapi tanganku tetap mengambil 2 cup besar eskrim itu lalu membuka tutupnya. Kyuhyun terkekeh kecil lalu mengacak rambutku pelan. Dia berdiri sambil memakan eskrim coklatnya. Aku hanya memandangnya sambil memakan eskrimku juga. Kenapa aku baru sadar kalau dia sangat tampan? Kulitnya putih bersih, iris mata coklat yang sangat sempuran, hidungnya yang mancung, dan tentu saja bibir merahnya yang errr..seksi. Dia yang sepertinya menyadariku yang memandanginya daritadi langsung berbalik dan tersenyum tidak lebih tepat dia menyeringai sambil menatapku.

“Aku memang tampan kan?”ucapnya sambil terus menyeringai. Aku hanya menunduk sambil terus memasukkan eskrim ke dalam mulutku, aku tidak sadar kalau eskrim di mulutku penuh dan keluar di ujung bibirku. Kyuhyun langsung menarik daguku ke atas untuk menghadapnya, lalu masih dengan menyeringai dia mendekatkan wajahnya ke wajahku, aku yang takut langsung memejamkan mataku. Jantungku mulai berdetak tidak beraturan, Mungkin jarak kami hanya beberapa sentimeter karena dapat kurasakan hembusan nafasnya menerpa wajahku.

“Kalau makan eskrim, jangan belepotan! Dasar anak kecil.”Ternyata Kyuhyun hanya mengelap ujung bibirku dengan ibu jarinya kemudian dia duduk disampingku dan melanjutkan lagi memakan eskrimnya tanpa rasa bersalah sedangkan aku berusaha keras untuk mengatur detak jantungku.

***

Aku berangkat bersama dengan Kyuhyun. Sepanjang perjalanan menuju sekolah, tangannya mengenggam erat tanganku dan sekali-kali dia bersenandung, aku menjadi terbiasa dengan hal ini. Setelah sampai di perempatan jalan menuju sekolah, kami melepaskan genggaman tangan kami dan berjalan seperti murid lain yang biasa. Baru sampai pintu masuk sekolah, aku sudah mendapat tatapan sinis dari murid perempuan, lalu mereka berbisik-bisik membuatku curiga tapi dengan segera tak kuhiraukan tatapan mereka yang memandangku layaknya aku seorang penjahat. Sampai ke kelas kulihat, bangku Minyoung sudah dikelilingi anak populer di sekolah ini. Terdengar isak tangis di tengah-tengah kumpulan murid itu, Apa Minyoung menangis? Firasatku mulai tidak enak. Aku hendak menghampirinya untuk membuktikan bahwa firasatku salah tetapi salah satu dari murid itu mendorongku hingga aku tersungkur ke lantai.

“Wah wah wah, sudah merebut Cho Kyuhyun sunbae masih bisa mendekati Minyoung rupanya.” Kata-kata itu membuatku terkesiap. Apa Minyoung sudah tau aku berpacaran dengan Kyuhyun? Tuhan kumohon katakan tidak untuk hal ini, Mungkin ini memang salahku yang tidak memberitahu Minyoung dari awal.

“ Sooyeon, aku tak menyangka kau seperti ini kepadaku. Selama ini aku kira kau adalah sahabat terbaikku, ternyata…kau malah mengkhianatiku. ”Terdengar suara geseran bangku yang diduduki Minyoung dan murid-murid tadi sedikit menyingkir. kulihat Minyoung berjalan ke hadapanku dengan mata sembab. Dia berjalan melewatiku tanpa menatapku sedikitpun lalu murid-murid tadi mengikutinya. Aku mencoba berdiri mendekati bangku Minyoung yang berserakan kertas-kertas yang sangat aku kenal, surat-suratku dengan Kyuhyun dan foto-fotoku dan Kyuhyun saat di Lotte World kemarin.

“Maafkan aku Minyoung! Maafkan aku! Aku menyesal.”Teriakku sambil berusaha mengejar Minyoung tapi terlambat, dia sudah jauh berlari. Dengan tergesa-gesa kutulis surat kecil untuk Kyuhyun lalu berlari ke arah kelasnya. Untung kelas-nya sedang kosong, segera saja aku masuk dengan mengendap-ngendap.

“ Untuk Kyuhyun hyung.

Hyung, temui aku di tangga darurat. Segera! Aku akan menunggumu. ”

Kubaca lagi surat itu lalu kuselipkan surat kecil itu di buku-nya. Aku berlari secepat mungkin menuju tangga darurat agar tidak ada yang mengetahui kedatanganku tadi. Kubuka pintu masuk ke tangga tersebut lalu duduk sambil memeluk kedua lututku. Kutahan air mataku yang sedikit mengalir ini. Tuhan, semoga keputusan yang kuambil ini merupakan keputusan yang baik bagiku, Kyuhyun, dan…Minyoung.

10 menit kemudian…

“Sooyeon, ada apa?” Kulihat seseorang membuka pintu masuk darurat, itulah orang yang kutunggu, Kyuhyun. Dia berjalan menghampiriku lalu duduk dihadapanku. Aku terdiam sejenak, untung saja dia tidak menyadari pipiku yang basah.

“Hyung, Minyoung mengetahui hubungan kita. Aku..”ucapku memulai percakapan terakhir kami ini.

“Jelaskan maksud yang sebenarnya, Choi Sooyeon!” Aku tau dia mulai mengerti arah pembicaraan ini. Sebelumnya aku tidak pernah melihat ekspresinya yang seperti ini,tersirat penuh emosi.

“Aku…ingin mengakhiri…hubungan kita…” ucapku terbata-bata. Sakit, itulah yang kurasa sekarang. Dadaku seperti ditusuk ribuan jarum, darahku seakan berhenti mengalir di sekujur tubuhku, nafasku seakan tercekat begitu saja, tetesan air bening itu tidak bisa aku bendung lagi, mengalir deras dan membuat sungai kecil di pelupuk mataku. Kyuhyun bangkit sambil mengepalkan tangannya lalu menuruni anak tangga, menjauhiku.

“Apa berpacaran denganku membuatmu tersiksa? Apa mencintaiku membuatmu terluka? Apa salah jika aku lebih memilihmu daripada Minyoung? Apa salah jika kita bersama,hah? Jawab aku Choi Sooyeon!”bentaknya sambil memukul tembok dengan keras.

“aku sangat senang ketika kau menyatakan cinta kepadaku, aku tidak pernah tersiksa selama kita berpacaran, aku tidak pernah merasa terluka karena mencintaimu…”ucapku sambil terus memeluk lututku,menumpahkan semua rasa yang berkecamuk dalam hatiku.

“ Sebenarnya Aku juga tidak ingin mengakhiri hubungan kita. Tapi…hubungan ini membuat seseorang terluka, dan seseorang itu sahabatku. Kalian berdua adalah orang terpenting dihidupku, tapi aku harus memilih salah satu diantara kalian. Kumohon mengertilah.” Lanjutku diiringi isak tangis yang semakin lama semakin terdengar jelas. Dia kembali berjalan mendekatiku lalu menarik daguku untuk melihatnya, dia tersenyum sambil meneteskan air mata.

“Sooyeon, kumohon jangan menyiksaku! Aku sudah terlalu mencintaimu dan kau tahu melihat seseorang yang kita cintai menangis itu sangat sakit. Kau tahu saat aku membentakmu tadi jantungku seperti dirobek oleh pisau yang tajam. Sekarang aku akan bertanya kepadamu, apa kau masih mencintaiku? Bukankah tinggal sebentar lagi? ” ucapnya lembut sambil memelukku dan membiarkanku menangis di dadanya.

“Aku masih mencintaimu…sangat mencintaimu. Tapi..maaf aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini.”ucapku sambil memeluk tubuh hangatnya. Dia melepas pelukannya lalu berjalan naik ke atas.

“Padahal tinggal 2 minggu lagi… Padahal aku ingin merayakan ulangtahunmu.” gumam Kyuhyun sambil membuka pintu lalu pergi meninggalkanku. Aku menangis sejadi-jadinya tanpa peduli pada orang yang akan melihatku, kuturuni satu persatu anak tangga yang akan membawaku keluar dari sekolah ini. Aku berlari meninggalkan sekolah, pikiranku kalut dan yang ada dipikiranku sekarang adalah sampai ke rumah dan segera pindah dari kota ini. Setelah sampai ke rumah, aku langsung menuju kamarku dan mengunci pintunya. Hari itu kulalui dengan menangis, menangis, dan menangis. Rasa bersalah kepada 2 orang yang kusayangi terus menghantui pikiranku. Sudah seminggu semenjak kejadian itu, aku sakit dan meminta izin kepada ibuku untuk tidak sekolah.

“Gomawo,umma.”ucapku sesaat umma meninggalkan kamarku setelah membawakan makan siangku untuk hari ini. Kulihat kalender di sebelahku, 19 april.“Apa ujian kelas 3 sudah selesai ya? Aish kenapa aku malah memikirkan dia. Harusnya aku memikirkan hari besok.”Tiba-tiba ponselku berdering, aku segera mengambilnya dan kaget melihat nama yang tertera di layar ponselku.

“Minyoung is Calling…”

Kutekan tombol `reject` diponselku. Aku belum berani untuk berbicara kepadanya. Well, Aku memang pengecut. Beberapa detik kemudian, ponselku kembali berdering. Sebuah pesan singkat dari Minyoung. Dengan ragu, kubuka pesan tersebut.

“From: Minyoungbear

SOOYEON-AH>______w< -Minyoung sahabatmu tersayang-”aku kaget melihat isi pesan singkat itu. Apa Minyoung sudah memaafkanku? Aku kalut dengan perasaanku sendiri dan membuat aku tidak menyadari teriakan dari depan pagar rumahku memanggil-manggil namaku.

“Ah..hanya perasaanku saja.”ucapku lalu mengambil Ipod kesayanganku tapi teriakan itu malah semakin keras memekik telingaku. Hantu? Kurasa tidak mungkin,mana ada hantu di siang bolong begini berteriak-teriak. Kututup lubang telingaku menggunakan earphone lalu kunikmati alunan musik yang bermain lembut di telingaku.“BLAM!”

“SOOYEON!! AYO BANGUN!! ”teriak seseorang yang sudah tidak asing lagi di telingaku. 'orang' itu pun menarik selimutku kencang.

“Min-Minyoung?”ucapku kaget saat mengetahui siapa 'orang' itu. Dia berkacak pinggang sambil menggelengkan kepalanya.

“Sooyeon! Kau kemana saja selama seminggu ini? Kau tahu kau banyak ketinggalan pelajaran! Untuk aku sahabat yang baik, aku membuatkan catatan untukmu. Kau tahu kan betapa lelahnya membuat 2 catatan sekaligus? Dan aku tidak bisa menyontek ulangan matematika kemarin, karena kau tidak masuk….”Ucapnya panjang lebar dan terhenti ketika aku memeluknya erat. Aku kembali menangis di bahunya seperti dulu. Tapi kini aku bisa mengatakan maaf dari mulutku, tidak dalam hatiku lagi.

“Mianhae, mianhae, mianhae.”ucapku berulang kali. Mungkin ini percuma, karena kesalahanku sudah terlalu besar kepadanya. Tapi dia malah tertawa.

“Kenapa kau jadi seperti ini sih? Kau pasti bukan Sooyeon. Ayo kembalikan Sooyeonku, Sooyeonku yang ceria, Sooyeonku yang cuek, dan Sooyeonku sahabatku.”Ucap Minyoung sambil menghapus airmataku. Tuhan! Apa dia sudah memaafkanku? Kalau iya, terimakasih! Aku berjanji akan rajin beribadah dan tidak akan melupakanmu lagi.

“Kau pasti merasa aneh akan tingkahku sekarang bukan? Kau mau aku marah kepadamu seperti kemarin? Aku bisa saja melakukan itu, tapi Aku berfikir buat apa hubungan persahabatan kita yang sudah kita bangun dari kecil hancur hanya karena seorang laki-laki? Aku juga berfikir, mungkin Kyuhyun oppa bukan seseorang yang ditakdirkan untukku. Dia mungkin adalah orang yang ditakdirkan untuk sahabat baikku. Sooyeon-ah! Aku baru menyadari ketika kau tidak masuk sekolah, aku merasa ada yang kurang. Sapaan cuekmu saat pagi hari, candaanmu saat berusaha menghiburku…”Minyoung yang mungkin tidak sanggup lagi melanjutkan kata-katanya langsung menangis menghambur dipelukanku. Aku menepuk-nepuk punggungnya untuk menenangkannya, dia melepas pelukanku sambil tersenyum.

“Kau tahu selama kau tidak masuk sekolah, Kyuhyun oppa selalu datang ke kelas kita dan menanyakan keadaanmu tanpa memikirkan keadaannya sendiri. Semakin hari dia semakin buruk saja. PSP yang biasanya selalu di pegang olehnya sekarang tidak pernah terlihat lagi, walaupun nilainya tidak terganggu sama sekali tapi hampir satu sekolah mengkhawatirkan keadaannya.Soo, kumohon. Buatlah dia seperti dulu lagi! Hanya kau yang bisa melakukannya. Aku rela bersujud dihadapanmu agar kalian berdua bisa berbaikan.”ucap Minyoung dengan sedikit terisak.

`oh! oh! oh! Oppareul saranghae`

“Yeoboseyo?”

“…”

“Ne, Waeyo oppa?”

“…” handphone bersilikon merah muda milik Minyoung itu terlepas dari tangan Minyoung dan langsung terjatuh ke lantai. Minyoung menutup mulutnya dengan kedua tangannya lalu jatuh terduduk sambil menangis.

'Sungmin oppa?'batinku saat melihat siapa yang menelpon Minyoung. Minyoung masih jatuh terduduk sambil menangis.

“Minyoung-ah, Kenapa? Apa yang terjadi?”Perasaan tidak enak sudah menyelimuti hatiku saat aku melihat sungai bening di pelupuk mata sahabatku itu.

“Kyu…hyun…oppa…koma!”ucap Minyoung terbata-bata. Deg! Hatiku sakit ketika mendengar ucapan Minyoung tadi, lebih sakit ketika aku mengatakan 'putus' kepada Kyuhyun. Airmata keluar dengan bebas dari mataku. Minyoung pun segera menarik tanganku,meninggalkan rumahku. Kami berdua ah tidak lebih tepatnya Minyoung(aku hanya berlari mengikutinya)berlari menuju rumah sakit yang memang Minyoung mengetahui arahnya.

-Seoul Hospital-

Dengan nafas yang masih tersenggal, aku dan Minyoung segera menuju kamar rawat Kyuhyun, tentu saja setelah kami bertanya kepada perawat yang bertugas.

“Minyoung, Sooyeon!”Kulihat Sungmin oppa yang sedang duduk segera berdiri ketika melihat kami berdua. Raut kekhawatiran terukir jelas di muka Sungmin.

“Oppa, bagaimana keadaannya?”ucap Minyoung dengan nafas tersenggal. Sungmin oppa menyuruh kami duduk terlebih dahulu.
Setelah kami sudah bisa mengatur nafas kami, Sungmin oppa membalas pertanyaan Minyoung tadi dengan menggeleng pasrah.

“selama ini dia menyembunyikan penyakitnya dari kita semua. Dia mengidap kanker dari kelas 1 dan sekarang penyakit brengsek itu sudah menguasai ulu-hatinya…”Sungmin oppa mendongakan kepalanya, berusaha agar airmatanya tidak jatuh.

“Bulan lalu dia sudah divonis oleh dokter, tapi karena seseorang dia bertekad untuk bertahan. Apa kalian ingin tahu siapa orang itu? Dia adalah kau Sooyeon, Kyuhyun selalu bilang kepadaku kalau dia ingin sekali merayakan ulangtahunmu. Ah maaf sebelumnya aku sudah mengetahui hubungan kalian berdua, tapi aku memilih untuk bungkam dan tidak memberitahunya kepada siapa-siapa. Kyuhyun juga selalu memikirkanmu di kelas, kemarin aku sengaja melihat buku catatannya yang penuh dengan namamu di setiap satu lembar pada buku catatannya. ”Airmata Sungmin sudah tidak dapat dibendung lagi tapi dengan cepat dia menghapusnya.

“Jam 8 malam nanti dia akan menjalani operasi, aku harap kau mau menemaninya dan berdoa disini, Soo! Dan sisanya kita serahkan kepada dokter dan Tuhan! ”ucap Sungmin. Aku hanya mengangguk sambil mengulas senyum dibibirku.

“Apa aku boleh menjenguknya dulu ?”tanyaku ragu. Sungmin oppa hanya mengangguk lalu membuka pintu kamar rawat Kyuhyun. Aku langsung menutup mulutku ketika kulihat tubuhnya tidak berdaya dengan selang infus menempel di pergelangan tangannya dan bantuan pernafasan di mulutnya. Sungguh jika aku bisa aku ingin sekali menggantikan posisinya. Kututup pintu tersebut lalu mendekati tubuhnya.

“Tuan Cho Kyuhyun yang tampan, kenapa kau tidak pernah memberi tahu tentang penyakitmu hah? Kau ini mau menyembunyikan hal sepenting ini dariku? Dasar. Sekarang bagaimana rasanya ditusuk oleh jarum-jarum itu hah? Sakit bukan? Kalau kau ingin lepas dari jarum-jarum itu, Kau harus bangun dan menjadi Kyuhyun yang seperti dulu lagi, apa kau mau melewati pesta wisudamu hah? Aku berjanji jika kau bangun aku mau diajak berkeliling dengan menggunakan sepedamu. ”ucapku sambil menyunggingkan senyum sinis tapi airmata kembali mengaliri pipiku.
Aku berjalan mendekatinya lalu duduk di kursi sebelah tempat yang sedang ia tiduri. Aku menyilangkan kedua tanganku sambil menatapnya nanar.“Shit! Kenapa airmata ini tidak mau berhenti!”umpatku dalam hati. Kalau dia tidak dalam keadaan seperti ini, pasti dia mentertawakanku. Hening, hanya suara elektrodiograf yang bekerja saja yang kudengar. Badanku terasa lelah sekali dan tanpa sadar mataku tertutup untuk tidur sejenak.

***

“Soo, ayo bangun!”Kurasakan guncangan halus di bahuku. Aku membuka mataku dan menggeliat pelan.

“Minyoung? Eh Kyuhyun kemana?”ucapku sambil menguap pelan.

“Dia sudah di ruang operasi sekarang, berusaha untuk melewati komanya. Kau sudah tidur 5 jam dan tidak menyadari dia sudah dipindahkan kan? Ayo sekarang kita kesana dan bantu doa untuknya.”Minyoung menarik tanganku pelan menuju kursi di depan ruangan yang bertuliskan “Ruang Operasi”. Ternyata Sungmin sudah berada disana duluan, dia menundukkan kepalanya dengan kedua tangan yang jari-jarinya saling bersatu. Dia pasti berdoa terus untuk kelancaran operasi ini. Aku duduk di sebelahnya, begitu juga Minyoung yang duduk di sebelahku. Kami bertiga pun berdoa bersama.

1 jam…

2 jam…

3 jam…

Sudah 3 jam berlalu sejak Kyuhyun masuk ruang operasi tapi tanda-tanda dokter keluar tidak pernah terlihat daritadi dan itu membuatku khawatir. Sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 23.50, larut malam. Untung saja aku sudah meminta izin kepada umma dan appa ku.

“TUT-TUT-TUUT-TUUUUUUUUUUUUT”

Suara itu? Suara elektrodiograf yang panjang itu dari ruang operasi.'CKLEK!' Pintu ruang operasi terbuka dan dokter pun keluar dari ruang operasi tadi dengan wajah kecewa. Sungmin segera menghampiri dokter tersebut. Tatapan mata Sungmin seakan meminta klarifikasi atas suara yang mungkin ia dengar juga tadi.

“Maaf tuan, kami sudah berusaha semaksimal mungkin dengan btasan yang kami punya. Tapi tuhan berkehendak lain, dia mempunyai jalannya sendiri untuk tuan Cho.”Dokter itu menundukkan kepalanya. Sungmin langsung berbalik dan mendekati tembok di belakangnya lalu melayangkan pukulannya berkali-kali pada tembok yang tidak berdoa itu. Kulihat Minyoung sudah menangis keras di sebelahku. Sekelebat memori tentang Kyuhyun terputar sempurna layaknya film drama di otakku. Berusaha kutahan airmataku untuk tidak mengalir, tapi memori itu mau tidak mau membuat airmataku keluar juga.

“Ayo pulang,bocah kecil!”

“Panggil aku sunbae,babo!”

“Hmmmp.. Apa yang kau lakukan tadi? Coba lakukan sekali lagi!”

“Ah baiklah. Sampai jumpa, gom ♬”

“Soo-gom!”

“Aku dan PSPku ini tidak pernah terpisahkan! Kau jangan berusaha memisahkan kami, Soo!”

“Hey bodoh! Itu makananku, kau sudah menghabiskan susu coklatku sekarang mau menghabiskan sandwichku. dasar rakus!”

“Astaga, aku meninggalkan `kekasih`ku di Game center, hey beruang jelek ayo kita kembali lagi kesana!”

“Otak jeniusku memang bukan tandingan otak makananmu, Soo! Jadi akui saja kekalahanmu. Walaupun ini game memasak.”

“Hey soo, aku baru sadar dahimu itu lebar sekali! Lebih lebar daripada game center yang pernah kukunjungi.”

“ Saranghae, Choi Sooyeon!”

“Yasudah kalau kau tidak mau memanggilku oppa, aku akan memanggilmu yeobo. Sooyeon yeobo!”

“2 bulan lagi aku sudah akan lulus. Kau mau kan bersabar untuk hubungan kita? Ayo mana Soo-gom jelekku yang ceria? Ayo kita berjuang bersama”

“Harusnya kau senang ku ajak naik sepeda. teman-temanku bilang wanita akan senang jika naik sepeda dengan pacarnya, karena menurutnya itu hal yang romantis. Sebenarnya aku malas membonceng tubuhmu yang berat itu, tapi aku ingin berlaku romantis sekali-kali kepadamu, kalau tau aku akan dibentak seperti ini. Aku malas mengajakmu lagi.”

“Aku memang tampan, kan?”

“Sooyeon, kumohon jangan menyiksaku! Aku sudah terlalu mencintaimu dan kau tahu melihat seseorang yang kita cintai menangis itu sangat sakit. Kau tahu saat aku membentakmu tadi jantungku seperti dirobek oleh pisau yang tajam. Sekarang aku akan bertanya kepadamu, apa kau masih mencintaiku? Bukankah tinggal sebentar lagi? ”

“Padahal tinggal 2 minggu lagi… Padahal aku ingin merayakan ulangtahunmu.”

TING! Ulang tahun? Ulang tahunku. Hari ini adalah hari ulang tahunku. Hari dimana aku kembali bersahabat dengan Minyoung dan hari dimana Kyuhyun meninggalkanku tepat pada saat aku dilahirkan. I’m sure, I’ll forget this day forever. Cairan bening itu kembali membasahi pipiku. Dengan langkah gontai aku memasukki ruang operasi itu, tidak peduli dokter yang melarangku masuk. Yang ada dipikiranku sekarang adalah melihat Cho Kyuhyun dan memintanya agar berbicara ini semua hanya mimpi.
Jlep! Lampu di ruang operasi mati seketika saat aku hampir mendekati tempat Kyuhyun.

“Saengil chukahamnida,
Saengil chukahamnida, Saengil chukhae babo Sooyeon! Saengil chukhamnida.”Suara yang kurindukan ini terdengar jelas ditelingaku. Apa aku berkhayal Kyuhyun bangun dan menyanyikan lagu ini untukku? Aku yakin aku sudah gila sekarang. Lampu sudah menyala dan kulihat sosok orang yang kurindukan kehadirannya berdiri dengan membawa kue tart di tangannya sambil tersenyum ah tidak dia bukan tersenyum tapi menyeringai. Aku hanya diam terpaku melihatnya.

“Hey bodoh! Cepat kemari, tanganku sudah pegal memegang kue tart ini.”’Dia’ berbicara ketus sambil menggembungkan pipinya. Aku yakin ini bukan mimpi, Aku yakin ini bukan khayalan belaka. Tanpa ba-bi-bu lagi aku langsung berlari ke arahnya dan langsung memeluknya, tidak peduli piyamaku akan kotor dengan kue tart yang dipegangnya.

“Yak! Kau menghancurkan kue tart-nya, lepaskan! Lepaskan!”Dia meronta melepaskan pelukanku. Akupun melepaskannya dan melihat kue tart itu sudah tidak berbentuk lagi. Bagian atasnya sudah menempel di piyamaku. Dia berjalan mendekatiku lalu menjitak kepalaku.

“Yak! Sakit tahu!”gerutuku sambil memegang kepalaku yang seenak jidat dia pukul tanpa perasaan.

“Kau ini benar-benar tidak bisa diajak romantis ya! Aku sudah susah payah menyiapkan semua ini tahu!”ucapnya semakin ketus.

“Mianhae, aku terlalu senang!”ucapku. Dia langsung menarikku ke pelukannya lalu dia pun mengecup puncak kepalaku.

“Saengil chukahamnida Soo-gom!”ucapnya pelan. Aku tersenyum mendengarnya, Kulirik pintu depan dan kulihat Minyoung dan Sungmin sedang terbahak-bahak melihat ku dengan Kyuhyun. ‘Pasti mereka semua bersekongkol’pikirku dalam hati. Aku melepaskan pelukanku lalu dengan cepat kulayangkan pukulan telak dari tanganku ke kepalanya. Kupukul kepalanya 7 kali berturut-turut.

“1, kau sudah berbohong dan mengerjaiku.”

“2,kau sudah mengajak mereka berdua bersekongkol”

“3, kau sudah membuatku memboroskan airmata.”

“4, kau sudah membuatku merasa bersalah.”

“5, kau sudah membuatku malu di depan mereka.”

“6, kau sudah memukul kepalaku tadi tanpa perasaan.”

“7, kau sudah membuatku merasa senang karena kau baik-baik saja.”

Kyuhyun meringis kesakitan sambil memegangi kepalanya. Dia menyunggingkan `evil smile` andalannya lalu dengan cepat mengecup bibirku.

“Itu adalah permintaan maaf atas 7 kesalahan yang ku buat tadi”dia masih saja menyunggingkan `evil smile` tanpa peduli dengan mukaku yang sudah memerah. Well, kalian tahu ini adalah ulangtahun yang sangat spesial untukku. Tuhan, terima kasih sudah mengabulkan doaku kemarin malam! Aku tidak akan pernah melupakan ulang tahunku, tahun ini untuk selamanya.

“Soo, sebenarnya aku belum membeli hadiah ulang tahun untukmu.”Kyuhyun terkekeh sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

***

“Kring! Kring! Kring! Sooyeon ayo cepat! Kita bisa terlambat ke sekolah, bodoh!”teriak Kyuhyun di depan rumahku sambil membunyikan bel sepedanya. Aku segera keluar rumah dengan roti panggang di mulutku. Yak! Sekarang aku sudah lulus dari sekolah, dan melanjutkan kuliah di Hankook University. Oh iya Kyuhyun sudah duluan masuk ke Hankook University 2 tahun sebelumnya, dia lulus dengan nilai terbaik di sekolah. Minyoung dan Sungmin oppa pun berkuliah di tempat yang sama dengan kami.

“Ayo berangkat!”ucapku sambil duduk di kursi belakang sepeda Kyuhyun setelah menghabiskan roti panggangku. Kyuhyun pun mulai mengayuh sepedanya.

“Besok kau yang harus memboncengku, Choi Sooyeon!”desis Kyuhyun tajam. Yak! Inilah kehidupanku, memiliki 2 sahabat yang baik dan mempunyai kekasih sejahat iblis. Cho Kyuhyun, Kekasih Gamers-ku

END

2 Tanggapan to "[Special Gift For Fega Apreilia] Gamers, My Beloved One!"

omona!
Deg-degan bacanya.
Thanks ni ni ma ma!

Ff geje bin jelek!.________.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: