aacffkorea

I Love You A Thousand Times

Posted on: April 15, 2011

Hari ini di Jangnam Highschool sedang diadakan OSPEK untuk murid baru yang masuk. Mereka disuruh berdandan aneh-aneh, ada yang dikepalanya menggunakan topi jerami, topi pesta,dan lain-lain. Murid- murid baru itu dijemur di tengah lapangan sambil diberi pengarahan oleh senior-seniornya.

” Yak! Kalian bagi murid baru di Jangnam Highschool harus mentaati peraturan disini. SATU!” Ucap senior menggunakan pengeras suara.

” BERSIKAP SOPAN KEPADA KAKAK KELAS ”

” DUA! ”

” TIDAK BOLEH MELAWAN KAKAK KELAS ”

” TIGA! ”

” MENURUTI APA SAJA YANG DIPERINTAH OLEH KAKAK KELAS ”

” Haish peraturan tolol apa itu, Ini sekolah kan bukan milik mereka. Lagipula mengapa kita harus dijemur sampai siang seperti ini, aku sudah sangat lapar dan haus ” Gerutu seorang murid baru, yang lain tidak mendengar kecuali satu orang senior yang sedang membaca buku. Dia tertawa lalu mendekati murid baru itu.

“Hey HyukJae jangan menganggu! murid baru itu sedang di OSPEK ” Ucap senior yang tadi membawa pengeras suara. Senior yang disebut Hyukjae pun membawa murid baru itu ke kantin tanpa menghiraukan senior dengan pengeras suara itu berteriak-teriak.

” Kau lelah kan? Siapa namamu ?” Ucap Hyukjae sambil memberikan air mineral.

” Ah iya. Kamshamnida. Choneun Sooyoung imnida. Oh iya,kenapa sunbae membawaku kesini?” ucap murid baru itu menerima air pemberian hyukjae.

” Aku Lee Hyukjae aku seniormu juga. Tadi tak sengaja kudengar kau menggerutu tentang peraturan ‘ senior ‘ itu ya? ” Ucap Hyukjae.

” Ehmmmm…..jadi sunbae mendengar kata-kataku tadi ya? Jangan bilang pada Donghae sunbae ya. Kumohon ” ucap Sooyoung dengan wajah memelas. Hyukjae tersenyum menyeringai.

” Iya, aku mendengar dengan jelas sekali.bagaimana ya? Kalau ku adukan kepada donghae,kira-kira kau akan dihukum apa ?”Ucap Hyukjae menggoda Sooyoung. Keringat sudah bercucuran di pelipis Sooyoung. Hyukjae berusaha untuk menahan tawanya tapi gagal. Dia tertawa terbahak-bahak dan membuat Sooyoung bingung.

” Sunbae, kenapa tertawa? ” tanya Sooyoung sambil memajukan bibirnya. Bukannya berhenti tertawa, Hyukjae malah tertawa semakin keras.

” Sunbae! ” ucap Sooyoung sambil
berdiri hendak pergi, tapi Hyukjae memegangi tangannya sambil terus tertawa.

” Sooyoung,jangan marah dong. Aku kan hanya bercanda. Aku berjanji tidak akan mengadukanmu pada donghae. Mungkin kita satu pikiran,karena waktu di ospek dulu, aku juga berkata sama seperti apa yang kau katakan. Apa kita bisa menjadi teman? ” ucap Hyukjae sambil mengacungkan jari kelingkingnya ke arah Sooyoung. Awalnya Sooyoung ragu, tapi dia pun mengaitkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Hyukjae.

Semenjak itulah kedua orang itu menjadi dekat. Kata ‘sunbae’ pun sudah tidak terdengar lagi ketika mereka mengobrol. Berangkat dan pulang sekolah pun mereka selalu bersama sampai-sampai ada yang membuat gosip bahwa mereka pacaran. Mereka berdua hanya menanggapinya dengan candaan.

” Sooyoung, apa benar kau berpacaran dengan Hyukjae sunbae? ” ucap sahabat Sooyoung yang bernama Yuri.

” Mwo? Berpacaran dengan senior hiperaktif itu ? Kau bercanda HAHAHAHAHAHAHAHAHA sampai natal monyet pun itu tidak akan pernah terjadi. Kalau itu terjadi aku akan berbicara dengan pantat bebek. ” ucap Sooyoung tertawa sambil berjalan mendahului Yuri. Yuri hanya menatap bingung kepada Sooyoung. Yuri mengejar Sooyoung sambil terus merasa bingung. Di koridor mereka terus bercanda hingga tidak menyadari ada orang yang memanggil – manggil mereka.

” Sooyoung ! Yuri ! Mereka tuli apa daritadi tidak mendengar teriakanku. ” Teriak Hyukjae dari belakang. Dia sudah kelelahan mengejar kedua bocah itu. Sampai akhirnya mereka menyadari dan berbalik ke belakang.

” Hossh hossshh hossh. kalian berdua sengaja mengerjaiku ? Aku hhhhhhhh lelah tau hhhhh ” ucap Hyukjae mencoba mengatur nafasnya yang ngos-ngosan.

” Mianhae, kami tidak tau bahwa ada monyet yang mengejar kami. Memangnya ada apa sih? Kelihatannya penting sekali. ” Ucap Sooyoung sambil meledek Hyukjae dengan pura-pura kelelahan. Kalau ini komik jepang, pasti empat siku-siku sudah bertengger di dahi hyukjae.

” Kau…jangan meledekku! Yuri, boleh tidak aku meminjam Sooyoung sebentar. Sebentar saja ya! ” Ucap Hyukjae sambil menarik tangan Sooyoung. Yuri hanya mengangguk sambil memasang muka bingung.

” Aku yakin mereka memang berpacaran. ” gumam Yuri terus-terusan.

Hyukjae terus menarik tangan Sooyoung sampai mereka sampai atap sekolah.

” Heh untuk apa kau mengajakku kemari?” ucap Sooyoung kepada Hyukjae.

” Aku ingin kau menemaniku bolos hehe. Ambil ini ” Hyukjae memberikan kaleng soda kepada Sooyoung. Hyukjae pun duduk dengan santai sambil melihat ke arah langit.

” Bagaimana kalau guru tahu? ” ucap Sooyoung sambil duduk disebelah hyukjae.

” Kita akan dihukum lah tentunya. ” ucap hyukjae sambil menunjukkan senyuman yang memperlihatkan gusinya. Sooyoung merasa berdebar ketika melihat Hyukjae tersenyum.

” Tak terasa sudah 3 tahun aku bersekolah disini,Sebentar lagi aku akan lulus dari sekolah ini. Hoaaaaaaaaaah rasanya berat sekali meninggalkan sekolah ini, banyak kenangan bersejarah di sekolah ini. Pertama aku di ospek sepertimu, saat aku dimarah Kim songsaenim ketika aku membawa choco ke sekolah, bermain basket di lapangan dengan hanya menggunakan celana boxer, Menari hula-hula bersama donghae di atap sekolah, mungkin aku akan rindu dengan sekolah ini. Oh iya, saat aku mengenalmu juga pasti tidak akan pernah lupakan. ” ucap Hyukjae tanpa jeda.

” Kau seperti ingin pergi mati saja. ” ucap Sooyoung sekenanya sambil meminum soda tadi. Hyukjae menatap Sooyoung.

” Kau nanti jangan rindu kepadaku ya. ” ucap Hyukjae sambil mengacak-acak rambut Sooyoung.

” Aissh…..lihat saja aku tidak akan rindu kepadamu tau.” ucap Sooyoung sambil menjauhkan tangan Hyukjae dari kepalanya. Hyukjae menatap Sooyoung lagi tapi sekarang tatapannya berbeda. Hyukjae meneteskan air mata saat menatap Sooyoung, dia segera menghapus air matanya sebelum yeoja di sebelahnya tau.

” Sooyoung, ayo kita berfoto! ” ucap Hyukjae tiba-tiba. Sooyoung kaget dan langsung tertawa kecil.

” Kau tidak sakit kan? Kenapa kau jadi gila seperti ini hah? ” ledek Sooyoung.

” Ayolah. ” rengek Hyukjae.

” Baiklah. 1 kali saja ya” ucap Sooyoung. Mereka pun berfoto hingga beberapa kali. Mereka kaget ketika mendengar …….

” Lee HyukJae, Choi Sooyoung ! ɑyo ikut saya ke ruang guru ! ”

***

” HYUKKIE ! INI SEMUA GARA-GARA KAU ! ” teriak Sooyoung saat mereka disuruh membersihkan koridor. Hyukjae hanya tertawa puas dan melanjutkan tugasnya mengelap kaca kelas. Sekolah sudah kosong, tinggal mereka berdua dan Kim songsaenim yang mengawasi mereka. Karena kepergok membolos tadi, mereka mendapat hukuman membersihkan sekolah.

” Jangan berteriak seperti itu, malu tau!”ucap Hyukjae sambil terkekeh geli.

” Biarkan tidak ada siapapun kok disini.” gerutu Sooyoung sambil memajukan bibirnya.

” KLIK! Foto yang bagus. ” ucap Hyukjae, ternyata dia memotret sooyoung. Sooyoung menggerutu sambil melanjutkan mengelap lantai dan tidak memperdulikan Hyukjae yang sedang tertawa, saat sedang asik tertawa darah segar keluar dari salahsatu lubang hidung Hyukjae,sontak Hyukjae langsung mengelapnya menggunakan tangannya.

” Kenapa keluar disaat seperti ini sih. Untung sooyoung tidak melihatnya.” ucap Hyukjae dalam hati.

***

Hari ini adalah hari upacara kelulusan.
Semua senior yang dulu mengospek Sooyoung sudah menerima surat kelulusannya termasuk Hyukjae.

” Sooyoung aku lulus! ” Teriak Hyukjae. Sooyoung yang datang ditemani Yuri hanya tersenyum melihat sahabatnya itu lulus.

” Syukurlah kau lulus, tandanya kau tak bodoh kan? ” ledek Sooyoung. Hyukjae cemberut lalu menjitak kepala Sooyoung. Sooyoung membalasnya dan mereka pun kejar-kejaran. Yuri hanya tertawa melihat tingkah mereka. Donghae yang juga lulus lalu menghampiri mereka.

” Oppa kau lulus! ” ucap Yuri yang langsung memeluk Donghae. Hyukjae dan Sooyoung yang tadi berkejar-kejaran berhenti dan memperhatikan dua sejoli itu.

” Tentu, dengan nilai tertinggi satu sekolah.semua berkatmu Yuri” ucap Donghae. Hyukjae dan Sooyoung makin menganga.

” Kami sudah berpacaran.” ucap mereka sambil cengengesan dan jarinya membentuk huruf V.

” Astaga……..kalian berpacaran? ” ucap Sooyoung kaget.

” Mianhae baru memberitahumu Sooyoung hehehe.” ucap Yuri sambil terkekeh.

” Yasudahlah, semoga hubungan kalian lancar dan berjalan lama. Sekarang kita berfoto dulu.” ucap Hyukjae yang daritadi mempersiapkan kamera. Aku,Yuri,Donghae segera bersiap. Hyukjae mendekati kami.

” 5…4…3…2…1…CHEESE ! ”

***

Sooyoung tersenyum saat dia memandang foto sehabis acara kelulusan beberapa bulan yang lalu. Sebenarnya ada sebuah insiden sehabis mereka foto. Hyukjae tiba-tiba pingsan dan langsung dibawa ke rumah sakit. Darah mengalir dari hidungnya, mukanya pucat dan badannya kaku.Tapi kejadian itu hanya mereka anggap kecelakaan kecil, karena setau mereka Hyukjae tidak mempunyai penyakit apa-apa. Hari ini Hyukjae akan pergi ke Jerman untuk melanjutkan sekolahnya. Sooyoung merasa sangat sedih karena dia akan ditinggalkan selama 3 tahun oleh Hyukjae.

” Hyuk,aku dan yang lain sudah berada di bandara. Kau cepat datang ya.”Sooyoung menelpon Hyukjae sebentar. Beberapa menit kemudian Hyukjae datang dengan menarik koper di tangannya. Setelah lulus sekolah,penampilannya berubah drastis. Tak ada lagi Hyukjae memakai baju seragam, yang ada adalah Hyukjae memakai Hoodie hitam, celana jeans panjang dan kacamata hitam menutupi matanya.

” Sooyoung, aku pasti akan merindukanmu. Aku pasti kembali untukmu. Pasti! ” ucap Hyukjae sambil memeluk Sooyoung.

” Ya, aku juga akan merindukanmu Hyuk. Tapi aku hanya akan sedikit merindukanmu. Cepat kembali dan Berjanjilah setelah pulang dari Jerman kau harus menjadi orang hebat. Selalu beri kabar kepadaku ya. ” ucap Sooyoung masih memeluk Hyukjae erat. Hyukjae hanya mengangguk sambil menjitak kepala Sooyoung. Hyukjae memeluk sahabat-sahabatnya yang lain lalu berjalan.

” Selamat tinggal ” ucap Hyukjae pelan sambil terus berjalan. Dia menghirup nafasnya sebentar lalu tersenyum.

***

3 tahun kemudian~

” Harusnya dia sudah pulang. ” ucap Sooyoung sambil melingkarkan tanggal di kalender menggunakan spidol merah. Dia berjalan ke arah balkon rumahnya . Sekarang Sooyoung sudah lulus sekolah menengah atas dan melanjutkan ke universitas. Dia memilih jurusan jurnalistik.

” Sudah 3 tahun lebih 2 bulan.” ucap Sooyoung singkat. Yak! Sudah 3 tahun tapi Hyukjae belum kembali juga. Dan selama 3 tahun pula, dia tidak pernah memberi kabar kepada sooyoung. Banyak pikiran aneh dalam pikiran Sooyoung tentang keadaan hyukjae. Handphone Sooyoung berbunyi, sebuah pesan singkat dari Hyukjae.

From : Monkey D. Hyuk

Temui aku di atap sekolah jam 12 nanti.

Kira-kira begitulah isi pesan singkat nya.

” Hyukjae! Kau menghilang selama 3 tahun dan sekarang kau menyuruhku tanpa meminta maaf? Keterlaluan. ” gerutu Sooyoung. Berbagai rasa dia rasakan sekarang. Senang,Marah,sedih,rindu semuanya menyatu. Dia menggunakan motor skuternya untuk ke sekolah. 30 menit kemudian dia sampai dan segera berlari menuju ke atap. Seseorang mengenakan topi, sweater hitam dan celana jeans panjang sudah menunggunya disana. Sooyoung merasa Hyukjae sangat tampan hari ini.

” Hyuk?”

” Sooyoung kau sudah datang? ”

” Hyuk aku sangat rindu padamu.” Sooyoung langsung berlari dan memeluknya. Dia menyambut pelukan itu. Tetapi Rasanya sedikit berbeda, tidak hangat seperti dulu. Suara Hyukjae pun terdengar serak.

” Mianhae ”

” Gwaenchanayo ”

” Jeongmal bogoshipo, Sooyoung-ah!”

” Na do ”

” Ayo ikut denganku” Hyukjae mengenggam tangan Sooyoung. Sooyoung hanya pasrah mengikuti Hyukjae. Ternyata Hyukjae mengajak mereka ke Sungai Han, dulu mereka sering kesini.

” Kau masih ingat tempat ini? Kukira selama 3 tahun ini kau sudah melupakan aku dan korea ” gerutu Sooyoung kepada Hyukjae. Hyukjae hanya tersenyum lirih lalu berjalan mendahului Sooyoung. Lalu dia duduk menghadap Sungai Han.

” Hyukjae berbeda, sekarang dia tidak banyak bicara seperti dulu. Apa mungkin dia sakit? ” terka Sooyoung dalam hati. Sooyoung berjalan mendekati Hyukjae.

” Sooyoung, apa kau marah denganku?” tanya Hyukjae tiba-tiba. Sooyoung menatap Hyukjae dan ia baru menyadari muka Hyukjae sangat pucat.

” Sedikit..” jawab Sooyoung singkat.

” Aku ingin memberitahu sesuatu kepadamu. Tapi aku ingin kau berjanji jangan menangis. Selama 3 tahun ini aku ke Jerman untuk menjalani pengobatan. Aku mengidap kanker otak stadium akhir. Selama 3 tahun terakhir,aku menjalani terapi, hali itu membuat rambutku perlahan-lahan rontok. Kau lihat kan sekarang aku memakai topi? Rambutku sudah seperti kakek-kakek, aku malu jika bertemu denganmu dan pasti kau akan mengejekku hahahahahahaha ” ucap Hyukjae panjang lebar. Sooyoung dibelakang menutup mulutnya, tak percaya. Air matanya tak dapat terbendung lagi.

” Hyuk. Kau bercanda kan? Katakan kau bercanda. Bercandamu sungguh keterlaluan Hyuk. ” ucap Sooyoung sambil terus menangis. Hyukjae yang daritadi duduk dan membelakangi Sooyoung lalu berdiri dan berjalan ke arah Sooyoung.

” Kan sudah kubilang jangan menangis! Untuk apa aku berbohong kepadamu sekarang? ” bentak Hyukjae dengan lembut. Hyukjae pun memeluk Sooyoung. Hyukjae menghela nafas.

” Sooyoung, jangan menangis! Maaf karena selama ini meninggalkanmu dan tidak memberi kabar. Maaf memberitahukan kepadamu terlalu lama. Aku takut kau khawatir akan keadaanku dan menganggu sekolahmu.” ucap Hyukjae. Airmata Hyukjae pun keluar juga. Sooyoung yang berada di pelukan Hyukjae semakin menangis.

” Ayo duduk!” ucap Hyukjae sambil menuntun tangan Sooyoung duduk di pinggiran sungai han.

” Oh iya kau masuk universitas mana? Jurusan apa? ” ucap Hyukjae. Sooyoung masih terisak berusaha menghentikan tangisannya. Hyukjae lalu mengangkat wajah Sooyoung dan menghapus tangisannya.

” Sooyoung, aku minta maaf ya. Kumohon tersenyum lah. ” ucap Hyukjae. Sooyoung mengangguk dan tersenyum simpul.

” Nah begini kan lebih cantik ” ucap Hyukjae dengan suara seraknya. Hyukjae mengenggam tangan Sooyoung.

” Tuhan menciptakan ruang dijari-jari kita, agar suatu saat ruang itu terisi oleh jari-jari seseorang yang akan menjadi pendamping hidup kita.” Hyukjae mengeratkan genggaman tangannya.

” Sejak kapan kau jadi romantis ? ” Tanya Sooyoung, kalau dia tidak tahu keadaan Hyukjae sekarang mungkin dia bermaksud mengejeknya.

” Sejak Hyukjae mengenal cinta dari Choi Sooyoung, si shiksin babo. ” lagi – lagi Hyukjae tersenyum memamerkan deretan gigi putih dan gusinya.

” Sooyoung, aku lelah setelah berjalan tadi, aku ingin tidur. Boleh kupinjam kakimu? ” ucap Hyukjae dengan senyum tipis di bibirnya yang pucat.

” Jangan! Kumohon jangan tinggalkan aku. ” ucap Sooyoung terlihat sedih dan khawatir. Ada sedikit rasa tidak enak dalam perasaannya yang mengatakan bahwa Hyukjae akan meninggalkannya.

” Hey bocah tenanglah, aku hanya ingin tidur. Sini pinjam kakimu.” ucap
Hyukjae sambil meregangkan kaki Sooyoung. Dia pun tertidur dipangkuan Sooyoung.

” Saranghae. Maaf aku kesini hanya untuk menepati janjiku untuk kembali. Sooyoung! Jangan lupakan aku .Saranghaeyo.” batin Hyukjae sebelum ia menutup matanya. Tak terasa mereka berada di sungai Han hingga matahari hampir terbenam.

” Hyuk, lihat mataharinya terlihat indah bukan? Aku senang bisa bertemu lagi denganmu, jujur aku sangat rindu padamu, jangan pernah tinggalkan aku Hyuk. Janji! Saranghaeyo Lee hyukjae. ” ucap Sooyoung sambil melihat ke arah matahari. Tak ada jawaban dari Hyukjae dan itu membuat Sooyoung yang khawatir lalu melihat Hyukjae, dia tertidur lelap dengan senyum menghiasi bibirnya.

” Hyukkie ?” panggil Sooyoung lembut. Sooyoung merasa dadanya sesak. Hal yang menjadi perasaan tidak enaknya terjadi begitu cepat.

” Hyuk! Bangun ! ” air mata kembali keluar dari mata indah Sooyoung, dia mengelus rambut hyukjae lembut. Hyukjae tertidur, tertidur untuk selamanya. Hyukjae telah pergi untuk selamanya. Sooyoung yang tidak kuasa lagi menahan tangisnya langsung berteriak sambil memeluk Hyukjae. Kenapa harus secepat ini? Apa ini hasil dari penantiannya selama 3 tahun? Seperti baru saja dia melepas rindu dengan Hyukjae dan sekarang dia ditinggalkan?

BS: I Love You A Thousand Times – Coed School

***

Sooyoung, Donghae, dan yang lainnya menghadiri pemakaman Hyukjae.

” Hyuk, aku berjanji tidak akan menangis. Kau ini bodoh sekali seharusnya kau jalani saja terapi mu di jerman sampai kau sembuh baru kau menemuiku. Aku tidak suka dan tidak mau melihat lagi Hyukjae yang ceria datang kepadaku dengan muka yang muram oke?” ucap Sooyoung sambil duduk di dekat makam Hyukjae. Tapi apa daya, cairan bening itu malah mengalir deras dari mata Sooyoung.

” Sooyoung sudahlah, biarkan dia tenang di alam sana. sebelum Hyukjae pergi ke Jerman dia menitipkan ini untukmu. ” ucap Donghae sambil memberikan sebuah CD dan boneka teddy bear.

” Terima kasih sunbae ” ucap Sooyoung sambil menerima pemberian Hyukjae tersebut.

***

Sooyoung menyalakan laptopnya lalu memasukkan CD tersebut, terlihat Hyukjae dan anjingnya sedang bermain. Sooyoung tersenyum melihat tingkah bodoh yang dilakukan Hyukjae dan anjingnya,choco.

“ Hai Shiksin! Maaf ya aku tidak memberi tahumu sebelumnya. Mungkin jika kau melihat video ini aku sudah tidak ada lagi disampingmu……..”Dia menghela nafas lalu tersenyum.

“ SOOYOUNG ! ADIK KELASKU DI JANGNAM HIGHSCHOOL ! AKU INGIN MENGUCAPKAN TERIMA KASIH BANYAK KEPADAMU ! KARENA KAU, AKU BISA TERTAWA LAGI, KARENA KAU, AKU BISA BERCANDA LAGI, DAN KARENA KAU, AKU BISA MERASAKAN JATUH CINTA ”dia tertawa sejenak lalu memasang tampang yang serius. Aku kaget setelah mendengar kata ‘ Jatuh Cinta’.

“ Sooyoung, kau sudah ku anggap sebagai temanku,sahabatku,adikku,ibuku,dan……….kekasihku.”

“ Aku ingin bilang kepadamu.”

“ Jika kau menangis, aku akan selalu menghapus air matamu dan menghiburmu ”

“ Jika kau tertawa, aku akan ikut tertawa bersamamu.”

“ Jika kau gembira, aku akan ikut merasa gembira”

“ Jika kau terpuruk, aku akan memelukmu dan menyemangatimu.”

“ Tapi itu dulu, Jika aku pergi nanti……. ”

“ Jangan menangis, karena aku tidak akan bisa bangun dan menghapus air matamu dan menghiburmu agar kau tertawa lagi”

“ Jangan merasa sedih atau terpuruk karena aku tidak akan bisa memelukmu dan memberimu semangat.”

“ Tapi………”

“ Bergembiralah, Agar aku merasa gembira dan tahu kau sedang tidak bersedih.”

“ Tertawalah, Agar aku ikut tertawa.”

“ Jangan takut untuk kehilanganku, karena aku selalu ada disisimu dan menjagamu walau dunia ini menjadi jarak antara kita.”

“ Teddy bear itu akan menjadi temanmu. Kumohon rawat dia baik-baik. Anggap saja itu aku , kau ingin tau kenapa aku membelikanmu teddy bear? Karena saat aku ingin membeli boneka monyet ternyata stoknya habis. ”Dia menggaruk tengkuknya sambil terkekeh.

“ Saranghaeyo Choi Sooyoung! Jeongmal Saranghaeyo. ” Dia tersenyum melihatkan gusinya seperti biasa lalu dia membuat love sign dengan kedua tangannya.

“ Sampai jumpa di kehidupan mendatang.” Dia pun melambaikan tangannya lalu melambaikan juga tangan anjingnya.

Setelah melihat video itu, seketika tubuhku lemas dan aku pun terduduk di lantai.

” Lee HyukJae BODOH! Kenapa kau baru mengatakan ‘ Saranghaeyo ‘ Setelah kau seperti ini. Bagaimana cara aku membalasnya hah? ” Ucapku sambil tersenyum , cairan bening sudah deras membasahi pipiku.

” Kau tahu tidak bahwa aku juga mencintaimu? Kau menyuruhku untuk tidak menangis, Bagaimana bisa aku tidak menangis dalam keadaan seperti ini ? Aku memang cengeng, tapi aku akan berusaha untuk tegar karenamu.” Teriakku . Aku sudah seperti orang gila. Aku bingung harus melakukan apalagi.
Kuraih foto Hyukjae di dekat tempat tidurku.

” Ini memang terlambat, tapi aku ingin mengucapkan ‘ Na do Saranghaeyo Oppa ‘………………… I Love You ………………. A Thousand Times.”ucapku lembut sambil memeluk fotonya.

***

“Hyuk!”

“Eh shiksin? Kenapa kau bisa ada disini?”

“Disini tempatnya sejuk, aku suka.”

“Tapi ini bukan tempatmu bodoh! Ayo cepat sana pulang!”

“Hey kau ini, ini atap sekolah milik semua murid disini tau!”

“Atau jangan-jangan kau ingin melihat wajah tampanku ya?”

“Dasar monyet jelek! Berhenti membanggakan wajahmu, arra?vaku kesini hanya ingin menemanimu. Masa tidak boleh?”

“Ini belum saatnya, Shiksin-ah! Suatu saat nanti kau pasti bisa menemaniku disini. Sekarang kau turun dan ke kelas ya?”

“Huh! Baiklah, tapi kau harus berjanji untuk mengajakku kesini ya?”

“Ne, tapi kau janji jangan melakukan hal bodoh lagi ya?”
***
“Dokter, bagaimana keadaannya hari ini?”ucap Donghae sambil mendekati dokter yang baru keluar dari ruangan. Dokter itu tersenyum.

“Ini keajaiban tuhan! Dia sudah melewati komanya dan sekarang keadaannya langsung membaik. Anda bisa mengunjunginya tuan.”ucap dokter itu. Yuri yang mendengar hal itu langsung memasukki ruangan yang tadi dikunjungi dokter tadi. Dilihatnya Sooyoung sedang terbaring lemah sambil tersenyum menatap Yuri. Yuri langsung menghambur di pelukan Sooyoung. Donghae yang masih di luar ruangan tersebut sedang menjabat tangan dokter sambil terus mengucapkan `terima kasih`.

“Dasar shikshin babo! Kau gila hah? Untung kau bisa sadar sekarang, selama 3 bulan ini aku menunggumu bangun tau. Kau tidak tau kan rasanya mendengar sahabat kita menabrakkan diri di jalan raya? Lain kali aku harus menjagamu super ketat.” Sooyoung hanya tersenyum mendengar ocehan Yuri lalu memandang sudut kamarnya, dia melihat Hyukjae sedang mengedipkan mata kepadanya.

“Tunggulah aku Hyuk, aku pasti akan segera menyusulmu.”

-End-

Errrrr…ini ff geje saya harap maklumi. Iseng doang pengen ngepost._.

2 Tanggapan to "I Love You A Thousand Times"

sumpahhh DAEBAKKK author…..

waah bkln nyusul hyukpa yaa?
hhe

annyeong🙂 aku reader baru hehe

Kereen banget ceritanya chingu :’)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: